Ada 70 Taman Baru Kini Menghiasi Kota Surabaya

Kamis, 16 Mei 2019 - 23:36 WIB
Ada 70 Taman Baru Kini Menghiasi Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Taman Ex Incinerator di Taman Harmoni Keputih Surabaya.Foto/SINDONews/Aan Haryono
A A A
SURABAYA - Perwajahan Kota Surabaya kini mulai berubah. Setidaknya ada 70 taman baru yang bisa dinikmati dan tersebar di berbagai wilayah di Kota Pahlawan.

Rinciannya, taman baru yang ada di Surabaya pusat sebanyak empat, utara 10, selatan 16, timur 26 dan barat 14. 70 taman baru itu menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Surabaya sekaligus menjadi paru-paru kota.

Salah satu taman yang baru saja diresmikan itu adalah Taman Ex Incinerator yang merupakan bagian dari Taman Harmoni Keputih. Taman baru itu memiliki luas mencapai 2,8 hektar dengan luasan lahan yang sudah dibangun tahun 2019 mencapai 1,2 hektar.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, pembangunan Taman Ex Incinerator yang menjadi bagian dari Taman Harmoni itu dalam rangka pemerataan pembangunan di Kota Surabaya. Tujuan untuk menyuburkan kembali tanah yang sebelumnya merupakan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, setelah 11 tahun ditutup.

“Momen ini kita gunakan untuk menandai, kami mencoba membangun secara merata,” kata Risma ketika ditemui di Taman Harmoni Keputih Surabaya, Kamis (16/5/2019).

Sebelumnya, Taman Ex-Incinerator ini merupakan bekas tempat pengolahan sampah yang kemudian disulap menjadi sebuah konsep taman yang menarik. Bahkan, di taman ini terdapat sarana ruang publik kreatif, seperti teater terbuka berbentuk lingkaran dan ruang khusus pameran hasil karya warga Surabaya. Apalagi taman ini memang dikhususkan untuk ruang publik kreatif.

“Taman ini akan lebih bagus dari taman-taman yang ada di luar negeri sekali pun. Karena taman ini penuh bunga. Kalau di sana (negara lain) cuma ada pohon sama rumput, kalau di sini penuh bunga,” ucapnya.

Selain sebagai ruang publik kreatif, Taman Ex Incinerator juga merupakan taman lingkungan. Karena itu, Wali Kota Risma berharap, melalui taman tersebut ke depan dapat menjadi wadah untuk mencari solusi berbagai permasalahan Kota Surabaya.

Ia menjelaskan, pembangunan Taman Ex-Incinerator menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya, Corporate Social Responsibility (CSR), serta bantuan dari United Cities Local Government (UCLG).

Semua taman yang ada di Kota Surabaya memiliki konsep desain yang berbeda-beda. “Setiap taman yang saya bikin selalu punya konsep yang berbeda, lagi pula kalau didesain sama, masyarakat akan bosan datang ke taman karena semua sama,” jelasnya.

Wali kota yang juga menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini mengungkapkan sebanyak 400 lebih taman yang tersebar di Kota Surabaya bertujuan untuk penghijaun kota. Sekitar 30 persen Kota Surabaya dipenuhi oleh taman yang bermanfaat untuk menurunkan suhu udara. Hasilnya, saat ini suhu udara di Kota Surabaya telah turun sekitar dua derajat celcius.

“Nanti sampai suhu udara di Kota Surabaya mencapai 20-22 derajat celcius. Dulu Surabaya rata-rata 34 sampai 36 derajat celcius. Sekarang sudah 34 derajat ke bawah dan itu ada datanya, bahkan kalau pagi Kota Surabaya berkabut,” katanya.
(msd)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
artikel/ rendering in 1.6896 seconds (0.1#10.140)