alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Para Tokoh Ini, Sepakat untuk Terus Menjaga Indonesia Tetap Damai

Yuswantoro
Para Tokoh Ini, Sepakat untuk Terus Menjaga Indonesia Tetap Damai
Seluruh tokoh lintas agama di Kota Malang, sepakat untuk terus menjaga kedamaian di Kota Malang, dan Indonesia, pasca pelaksanaan Pemilu 2019. Foto/Ist.

MALANG - Masyarakat tidak boleh dibuat resah, akibat memanasnya suhu politik pasca Pemilu 2019. Para tokoh di Kota Malang, menyerukan untuk menjaga keutuhan Indonesia.

(Baca juga: Tokoh Agama Ini, Serukan Indonesia Damai Tanpa Provokasi)

Bagi Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Maskuri, Indonesia adalah negara yang damai, bersatu dengan menghargai segala bentuk perbedaan, baik suku, agama, golongan, maupun adat istiadatnya.



"Mulai zaman dahulu sampai sekarang, masyarakat Indonesia mampu menjaga perdamaian dalam segala perbedaan, karena memiliki budaya saling menghormati, dan dilindungi undang-undang, serta nilai-nilai ilahiah dan kemanusiaan," tuturnya.

Menurutnya, perbedaan pendapat dan pilihan merupakan hal yang wajar dan tidak dilarang. Tetapi, perbedaan tersebut tidak boleh membuat perpecahan Indonesia. Perbedaan yang ada, harus mampu menjadi perekat dan penguat bagi keutuhan Indonesia.

"Saya mengharapkan, semua pihak bisa dengan tenang dan damai menyikapi perbedaan yang terjadi. Selalu waspada terhadap gerakan yang memicu terjadinya persoalan di masyarakat, serta meminta TNI dan Polri bisa melakukan tindakan pencegahan terhadap tindakan yang mengancam keutuhan Indonesia," ujarnya.

Beberapa ulama di Kota Malang, juga menyerukan perdamaian dan keutuhan Indonesia. Mereka menolak segala bentuk aksi intervensi maupun tindakan inkonstitusional, seperti gerakan people power yang sudah ramai diisukan di media sosial.

Menyikapi adanya isu rencana people power, Ketua MUI Kota Malang, KH Baidowi Muslich menghimbau kepada seluruh umat muslim khususnya di wilayah Kota Malang, agar bersama-sama menjaga kesucian bulan suci Ramadan 1440 H.

"Mari kita percayakan kepada petugas penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu, untuk menyelesaikan permasalahan terkait Pemilu 2019, melalui jalur hukum sesuai aturan yang telah ditetapkan," tegas Baidowi.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, Isroqunnajah. "Mari kita jaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, jadikanlah perbedaan itu untuk menuju kebersamaan, janganlah mengorbankan masyarakat," tegasnya.

Apabila ditemukan adanya pelanggaran Pemilu 2019, dan kecurangan. Dia meminta, agar diselesaikan melalui jalur hukum yang aada, termasuk melalui proses gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tokoh agama Kota Malang ini menegaskan, menolak adanya aksi people power. "Mari bersama-sama kita jaga Kota Malang ini agar tetap aman dan nyaman. Sambil menunggu hasil resmi dari KPU tanggal 22 Mei 2019 nanti," ujarnya.



(eyt)

loading...