alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lantunan Doa untuk Dr Soetomo, Sang Pengobar Semangat Keindonesiaan

Ali Masduki
Lantunan Doa untuk Dr Soetomo, Sang Pengobar Semangat Keindonesiaan
Mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, bersama rektor, dan dosen ziarah ke makam Dr. Soetomo di areal Gedung GNI Jalan Bubutan, Kota Surabaya, Minggu (19/5/2019). Foto/SINDOnews/Ali Masduki

SURABAYA - Bangsa Indonesia, selalu memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), pada 20 Mei. Pada tahun ini, Harkitnas jatuh pada hari Senin (20/5/2019), besok.

Momentum Kebangkitan Nasional ini, tentunya menjadi sangat penting bagi perjalanan bangsa hari ini dan yang akan datang, di tengah ancaman kondisi bangsa yang terpecah belah.

Berangkat dari momentum bersejarah itu, civitas akademika Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, melakukan refleksi di kawasan makam Dr Soetomo di Jalan Bubutan Kota Surabaya, areal Gedung Nasional Indonesia (GNI), Minggu (19/5/2019) petang.



Jajaran Rektorat, dosen, karyawan dan mahasiswa ikut hadir di acara itu. Mereka melakukan ngaji bersama, membaca tahlil dan menabur bunga di atas puasa sang pahlawan.

Rektor Unitomo, Bachrul Amiq mengatakan 20 Mei, 111 tahun lalu Dr Soetomo yang masih berusia 19 tahun mampu membangkitkan kebangsaan kerakyatan di Indonesia.

"Mari momentum Kebangkitan Nasional ini menjadikan kita kembali bersatu. Jangan sampai politik memecah belah kita," ujarnya.

Bachrul Amiq mengaku prihatin dengan kondisi ini. Pemilu yang seharusnya menjadi pesta demokrasi justru malah sebaliknya.

"Dr Soetomo, 111 tahun lalu berusia 19 tahun sudah mampu menciptakan kebangsaan kerakyatan, kita yang menjadi generasi penerus malah memecahbelahnya," jelasnya.

Karena itu dengan hadirnya seluruh sivitas akademika Unitomo di makam Dr Soetomo ini diharapka mampu menjadi pemersatu semua piha. Terutama para mahasiswa. "Mahasiswa harus mampu menjadi pemersatu bangsa yang porak pranda ini," tuturnya.

Wakasat Binmas Polrestabes Surabaya, Kompol Slamet Sugiharto mengingatkan boleh beda kaos, beda pilihan namun jangan sampai mengancam persatuan bangsa.

Slamet berpesan ke mahasiswa jangan ikut-ikutan gerakan inkonstitusi yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Juga jauhi narkoba," pesan Slamet.

Sementara itu, di sela refleksi 111 Harkitnas itu juga ditampilkan seni drama oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unitomo, yang menggambarkan pergerakan kaum muda dalam mempersatukan elemen bangsa.



(eyt)

loading...