alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Labfor Temukan Bekas Semburan Darah yang Mengenai Pakaian Sugeng

Yuswantoro
Labfor Temukan Bekas Semburan Darah yang Mengenai Pakaian Sugeng
Tersangka Sugeng Santoso (49) mengakui telah membunuh teman kencannya, yang baru dikenalnya. Foto/SINDOnews/Yuswantoro

MALANG - Misteri kematian wanita berusia sekitar 34 tahun, yang tubuhnya terpotong dalam enam bagian, akhirnya berhasil dipecahkan oleh anggota Polres Malang Kota.

(Baca juga: Sugeng Gorok Korbannya Saat Masih Hidup, Lalu Dimutilasi)

Potongan mayat yang dibuang begitu saja di lantai dua Pasar Besar Malang (PBM), dan ditemukan pada Selasa (14/5/2019), merupakan korban pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh Sugeng Santoso (49).



Pengungkapan misteri ini, menurut Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri didasarkan pada hasil penyelidikan laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya, dan otopsi terhadap jenazah korban.

"Dari hasil labfor, ditemukan adanya semburan darah korban di baju yang dikenakan pelaku. Selain itu hasil otopsi ditemukan genangan darah yang cukup banyak di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujarnya.

Secara teori medis, ketika ditemukan banyak genangan darah, maka saat digorok korban masih dalam keadaan hidup. Dari hasil otopsi, juga ditemukan adanya perlakuan secara ekstrim terhadap kemaluan dan anus korban.

(Baca juga: Hasil Forensik, Menjadi Penentu Kasus Hukum yang Menjerat Sugeng)

Dari hasil pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan oleh tim psikiater, Asfuri menyebutkan, bahwa pelaku masih menyembunyikan peristiwa yang sebenarnya, dan saat melakukan mutilasi pelaku juga tidak sedang dalam kondisi gangguan pikiran atau kejiwaan.

"Pelaku juga bisa bercerita secara detail tentang peristiwa yang terjadi. Cerita tersebut didesain sedemikian rupa, untuk meyakinkan orang-orang yang bertanya tentang kejadian tersebut, dan pelaku juga memahami efek dari perilaku," tuturnya.

Akibat aksi sadisnya tersebut, Sugeng Santoso dijerat dengan Pasal 338 tentang pembunuhan. Dia terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.



(eyt)

loading...