alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tingkatkan Efisieansi, Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Pengayak Pasir

Yuswantoro
Tingkatkan Efisieansi, Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Pengayak Pasir
Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menciptakan mesin pengayak pasir efisien. Foto/Ist.

MALANG - Berawal dari keresahan sang ayah melihat para pekerjanya tidak efesien saat mengayak pasir, Fajar Ibrahim Sulaksono dan kedua temannya mencoba berinovasi.

Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut, menciptakan mesin pengayak pasir canggih.

Mesin yang dinamakan Sinpangsir (Mesin Pengayak Pasir) ini, memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya penggunaan waktu yang efesien untuk memilah pasir halus dan kerikil.



"Mengayak harusnya bisa dilakukan oleh satu orang saja. Tetapi pada kenyataannya harus dilakukan oleh tiga orang, bahkan lebih," terang Fajar.

Mesin pengayak pasir tersebut, diciptakan Fajar beserta kedua temannya dari Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMM, yakni Sabiq Nugroho, dan Amirul Bagus Bintoro.

Inovasi ini didaftarkan ke ajang Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.  

Tingkatkan Efisieansi, Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Pengayak Pasir

Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Sinpangsir di antaranya tabung pengayak sengaja didesain berbentuk segi delapan. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Setiap sudut dari segi tersebut memiliki fungsi sebagai penghentak sekaligus pemisah antara kerikil dan juga pasir.

Selain itu, Sinpangsir juga memiliki penutup pada tabung pengayaknya untuk mencegah berhamburnya pasir dan juga kerikil keluar tabung.

Salah satu keunggulan yang cukup menyita perhatian adalah, masin ini menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) premium. Sehingga mesin ini dapat di tempatkan di mana saja tanpa harus mencari sumber daya listrik terdekat.

"Mesin pengayak pasir ini menampung hingga 174 kg pasir, dan mampu mengayak sekitar 17 ton per jamnya. Biaya pembuatan mesin inovatif ini sekitar Rp6 juta," ungkap Fajar.

Berkat ketekunan dan juga kreatifitas tiga mahasiswa ini, karyanya berhasil maju ke Program Kreatifitas Mahasiswa tingkat Monitoring dan Evaluasi (Monev) eksternal, sebelum nanti maju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Naional (PIMNAS) akhir Juni mendatang.

UMM sendiri berhasil meloloskan 38 tim PKM dari semua kategori skim, untuk didanai dan diwujudkan menjadi bentuk penelitian maupun karya nyata.



(eyt)

loading...