alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sakit Patah Tulang Tak Kunjung Sembuh, Kakek di Blitar Akhiri Hidup

Solichan Arif
Sakit Patah Tulang Tak Kunjung Sembuh, Kakek di Blitar Akhiri Hidup
Jemadi (80) warga Kelurahan Jingglong, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar ditemukan tergantung di kandang sapi belakang rumahnya. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

BLITAR - Jemadi (80) warga Kelurahan Jingglong, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar ditemukan tergantung di kandang sapi belakang rumahnya. Leher petani itu terjerat tali tampar dengan posisi ketinggian 178 cm dari permukaan tanah. Jemadi diduga nekat mengakhiri hidup karena tidak tahan lagi dengan sakit akibat patah tulang pada kedua kakinya.

“Berdasar keterangan keluarga patah tulang itu akibat kecelakaan dan tidak kunjung sembuh,“ kata Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanuddin dalam keterangan rilisnya Rabu (29/5/2019). Jemadi mengenakan kemeja batik warna hijau kombinasi bunga serta bercelana pendek warna biru. Saat tergantung dia masih mengenakan sarung warna hijau motif kotak kotak.

Peristiwa itu berlangsung Rabu (29/5) dini hari menjelang sahur. Nariyah (64) istri korban, mengira suaminya ada di kamar. Begitu tahu ruangan tempat tidur Jemadi dalam keadaan kosong, Nariyah langsung mencari di sekitar rumah. Di kandang sapi itu dia melihat suaminya tergantung. Seketika itu Nariyah menjerit histeris. Para tetangga sontak berdatangan.



Upaya pertolongan langsung dilakukan. Tubuh Jemadi dilepaskan dari jeratan tali gantungan. Saat dipindah ke rumah guna menunggu penanganan medis, yang bersangkutan diketahui sudah dalam keadaan tidak bernyawa. “Saat dibawa ke dalam rumah, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,“ kata Burhanuddin. Dalam pemeriksaan tidak ditemukan tanda penganiayaan.

Pihak keluarga menerima peristiwa yang terjadi sebagai musibah. Karenanya memilih membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan otopsi. Disaksikan pemerintah desa dan petugas keluarga memilih langsung memakamkan jenazah ke tempat pemakaman umum setempat. “Pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan otopsi,“ pungkas Burhanuddin.



(nth)

loading...