alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lantunan Doa Iringi Reuni Akbar MTSN Tanjung Tani Prambon

Ali Masduki
Lantunan Doa Iringi Reuni Akbar MTSN Tanjung Tani Prambon
Rasa kekeluargaan dan kehangatan sebagai saudara besar, terjalin saat para alumni MTSN Tanjung Tani Prambon, Kabupaten Nganjuk, menggelar acara reuni, Minggu (9/6/2019). Foto/SINDOnews/Ali Masduki

NGANJUK - Dua dekake berpisah, akhirnya para alumni angkatan 1999 MTSN Tanjung Tani Prambon, Kabupaten Nganjuk, kembali merajut tali silaturrahmi di hari lebaran.

Dalam kurun waktu yang cukup panjang itu, tentunya banyak perubahan-perubahan, baik cara bertutur hingga perangai setiap diri.

Alhasil, saat berjumpa tidak sedikit dari alumni ini berusaha membongkar memori masa lalu. Satu-persatu kembali memperkenalkan diri, dari nama, alamat tempat tinggal hingga pernah menempati kelas apa saja.



Ketua pelaksana reuni, Jaenuri menuturkan, reuni merupakan salah satu kegiatan yang penting dilakukan. Selain untuk bersiturahmi dan melepas kangen dengan teman lama, para alumni bisa saling bertukar informasi.

Lantunan Doa Iringi Reuni Akbar MTSN Tanjung Tani Prambon

"20 tahun adalah waktu yang cukup lama. Dengan reuni ini kita akan tahu bagaimana kabar teman kita," katanya disela-sela reuni di Dusun Sumber, Desa Watudandang, Prambon, Kabupaten Nganjuk

Pelatih Bola Volli ini mengatakan, ada beberapa teman alumni yang sudah meninggal dunia. Ada juga yang saat ini sedang berbaring sakit.

"Untuk yang sudah mendahului, kita berkirim doa dengan tahlil bersama. Sedangkan yang sakit, kita juga kita doakan supaya cepat sembuh sekaligus kita sumbangkan sejumlah uang hasil patungan teman-teman," ujarnya.

Meski reuni dan silaturahmi dilaksanakan dengan sederhana, namun ruh dan tujuannya tercapai. Usai melantunkan doa dan tahlil, mereka berdiri melingkar dan bersalaman satu persatu diringi Sholawat.

Lantunan Doa Iringi Reuni Akbar MTSN Tanjung Tani Prambon

Para alumni yang datang dari berbagai desa dan daerah nampak menikmati suasana kebersamaan. Sejumlah hidangan ringan seperti kacang, nangka, semangka, jambu, kopi dan beberapa hasil bumi lainnya menemani setiap obrolan santai dihalaman rumah Ridwan ini.

Udara segar perkebunan sekeliling rumah Ridwan ternyata cukup memikat mereka. Rasanya memang berat untuk beranjak dari lingkaran sahabat masa kecil itu.

Namun, satu persatu terpaksa harus berpamitan untuk kembali kepada istri dan anak-anaknya. Sebagian juga harus kembali ke perantauan memenuhi kewajiban sebagai pekerja.

"Sampai jumpa tahun depan. Semoga umur panjang dan sukses selalu," ucap para alumni saat berpamitan.



(eyt)

loading...