alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Selama Musim Lebaran, Penumpang KA di PT KAI Daop 8 Naik 13 Persen

Lukman Hakim
Selama Musim Lebaran, Penumpang KA di PT KAI Daop 8 Naik 13 Persen

SURABAYA - Jumlah penumpang kereta api (KA) jarak jauh dan menengah di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya, dari H-10 (26 Mei 2019) hingga H+3 (9 Juni 2019) mencapai 575.558 penumpang. Angka ini naik 13 persen dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah 543.965 penumpang.

Pada Senin (10/6/2019) atau pada H+4 Lebaran, jumlah penumpang jarak jauh dan menengah sudah mencapai 24.567 penumpang atau 94 persen dari seluruh kapasitas tempat duduk ke berbagai arah.

Yang tersisa 6 persen diantaranya untuk relasi Surabaya Gubeng – Malang (KA Plb 7071),  dan Surabaya – Jember - Banyuwangi). Sementara untuk relasi dari Surabaya - Malang menuju Jakarta dan Bandung, pada Senin (10/6/2019) telah habis terjual.



“Jadi ada total perjalanan KA jarak menengah dan jauh di PT KAI Daop 8 Surabaya terhitung 10 Juni  2019 berjumlah total 92 perjalanan KA. Jumlah itu terdiri dari 83 KA reguler ditambah 9 KA tambahan,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, Selasa (11/6/2019).

Pada musim Lebaran 2019, PT KAI menetapkan masa mudik Lebaran selama 22 hari yakni dari 26 Mei 2019 (H-10) hingga 16 Juni 2019 (H+10). Pada periode tersebut KAI menyiapkan segala sumber daya demi melayani konsumen secara maksimal.

Kesiapan KAI mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan KAI secara keseluruhan. "Diharapkan dengan maksimalnya persiapan kami menyambut Angkutan Lebaran, seluruh proses perjalanan mudik maupun balik berjalan lancar tanpa kendala,"ujar Suprapto.

Selama musim Lebaran tersebut, PT KAI Daop 8 Surabaya menyediakan sebanyak 1.019.274 tempat duduk. Adapun perkiraan okupansi penumpang KA keberangkatan Daop 8 sebanyak 793.500 penumpang, atau meningkat 4 persen dari tahun lalu dengan volume sebanyak 762.085 penumpang.

Guna memastikan keselamatan perjalanan KA, KAI Daop 8 meningkatkan pengawasan di daerah-daerah rawan. BUMN tersebut juga menyiagakan 175 petugas ekstra guna memastikan keandalan jalur rel kereta api dan alat material untuk siaga (AMUS).

Itu berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir dan sebagainya. Dimana telah disiapkan di 4 titik strategis diantaranya di Bangil, Mojokerto, Wlingi, dan Babat.  Adapun para petugas ekstra tersebut di antaranya petugas penjaga pelintasan KA sebidang 119 orang, petugas pemeriksa jalur sebanyak 37 orang, dan 19 tenaga untuk menjaga daerah rawan. “Selain itu, tenaga flying gank disiagakan 24 jam apabila terjadi rinja (rintang jalan) atau kecelakaan kereta api (KKA),” pungkas Suprapto.



(msd)

loading...