alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Saat di Malaysia, Hartono Ditipu Hori Hingga Ratusan Juta

Yuswantoro
Saat di Malaysia, Hartono Ditipu Hori Hingga Ratusan Juta
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, memeriksa secara intensif Hori (43) tersangka kasus pembunuhan berencana. Foto/Ist.

LUMAJANG - Tersangka kasus pembunuhan berencana, Hori (43) yang juga menggadaikan istrinya sendiri senilai Rp250 juta, ternyata sering melakukan penipuan pada Hartono (38).

(Baca juga: Hori Bukan Hanya Gadaikan Istri, Diduga Anaknya Dijual Rp500 Ribu)

Saat Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban meminta keterangan Hartono (38), diketahui Hori telah berulangkali meminjam uang kepadanya, hingga puncaknya mencapai Rp250 juta.



"Dari hasil pemeriksaan terhadap Hartono, kami ketahui banyak keterangan palsu yang disampaikan Hori. Dia sengaja membohongi petugas, untuk menyembunyikan fakta yang sebenarnya terjadi," tutur Arsal.

Saat Hori dipertemukan langsung dengan Hartono, ternyata banyak keterangan dari Hori yang tidak sesuai. Bahkan, dia selalu berbelit-belit saat menjawab, serta terlihat kegugubannya saat memberikan keterangan.

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 tersebut mengungkapkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, dan mendalami fakta-fakta yang ada, sangat dimungkinkan Hori juga bisa dijerat kasus penipuan.

"Dari pemeriksaan yang saya lakukan, kemungkinan ada unsur penipuan yang dilakukan oleh tersangka Hori kepada Hartono. Hori menjanjikan keuntungan dari bisnis yang dijalankan, dengan modal dari Hartono," tuturnya.

Saat Hori dipertemukan dengan Hartono, dan Lasmi (35), tersangka tidak berkutik dengan keterangan-keterangan yang disampaikan para saksi. "Hori tidak pernah ada bisnis tambak udang. Uang yang dipinjam dari Hartono digunakan untuk judi," ujar Lasmi, perempuan yang digadaikan Hori kepada Hartono.

Polisi juga menemukan bukti-bukti adanya perjanjian kerjasama atara Hori dengan Hartono, untuk melakukan bisnis tambak udang di Banyuwangi. Tambak udang tersebut menurut Hori dikelola oleh seorang perempuan bernama Holifah, yang tidak lain adalah Lasmi.

Di hadapan polisi, Hartono mengaku Hori menawarinya untuk membuka bisnis tambak udang dengan sistem bagi hasil. Hartono yang saat itu bekerja di Malaysia, mengiyakan saja rencana kerjasama bisnis tersebut, dan menggelontorkan uang untuk modal usaha.

"Saya percaya saja, dan menyerahkan semua urusan bisnis tersebut kepada Hori. Dia menjanjikan bagi hasil keuntungan Rp5 juta/bulan. Namun uang itu hanya dijanjikan saja, sampai saat ini saya tidak mendapatkan uang tersebut," ungkap Hartono.

(Baca juga: Sebelum Pembunuhan Terjadi Hartono Sempat Telepon Hori, Ada Apa?)

Hori sendiri, kepada polisi mengaku bahwa bisnis tambak udang tersebut dijalankan oleh orang lain. Sedangkan dia menjalankan bisnis ayam Filipina untuk aduan. Saat ditanya lebih jauh, Hori mengaku semua ayam itu telah mati karena serangan flu burung.

Kasus kejahatan yang dilakukan Hori menghebohkan warga Kabupaten Lumajang, karena telah melakukan pembunuhan berencana, dan ternyata salah sasaran, hingga mengakibatkan Muhammad Toha (34) kerabatnya sendiri tewas akibat luka bacok di sekujur tubuhnya.

Tersangka juga terbukti menggadaikan Lisma, istrinya sendiri yang dinikahi di Sumatera, kepada Hartono senilai Rp250 juta. Ada dugaan juga, Hori menjual anak kandungnya yang baru berumur 10 bulan, hasil pernikahan dengan Lisma, senilai Rp500 ribu.



(eyt)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif