alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Khofifah Serius Memantau Perkembangan Tenggelamnya KM Arim Jaya

Lukman Hakim
Khofifah Serius Memantau Perkembangan Tenggelamnya KM Arim Jaya
Tragedi kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor (KM) Arim Jaya di perairan Pulau Giliyang, mendapatkan perhatian serius Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawasa. Foto/Ist.

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terus memantau perkembangan terkait tenggelamnya Kapal Motor (KM) Arim Jaya di selatan Pulau Giliyang.

Data terbaru tragedi di wilayah Kabupaten Sumenep tersebut, diperoleh Khofifah langsung dari aparat terkait bersama pemerintah daerah (pemda) dan forkopimda setempat.

Orang nomor satu di Jatim itu mengaku akan terus memonitor langsung melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang saat ini berada di lokasi, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan LLAJ.



Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada semua aparat terkait yang terlibat baik TNI dan Polri, Basarnas, Tagana, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD yang sudah berada di lapangan sejak kemarin sore sampai dengan sore ini.

"Tim dari OPD Pemprov Jatim akan terus memonitor perkembangan di lapangan, sambil menunggu hasil pencarian dari 5 orang yang belum ditemukan hingga saat ini," katanya, Selasa (18/6/2019).

Berdasarkan informasi Dinas Sosial Sumenep, korban meninggal dunia 17 orang, selamat 39 orang, dan yang belum diketemukan 5 orang. Jumlah seluruhnya 61 orang.

"Seluruh penumpang yang terdata, termasuk laporan dari masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya sudah dievakuasi. Tinggal 5 orang masih dalam pencarian," ujarnya.

Dia menambahkan, sebanyak 17 jenazah hari ini akan dikembalikan ke daerah asalnya di Pulau Gua-gua untuk dimakamkan oleh keluarga. Langkah itu dilakukan setelah diidentifikasi dan dikenali oleh pihak keluarga dengan menggunakan kapal yang sudah disiapkan oleh Pemkab Sumenep.

"Bagi yang masih luka-luka dan butuh pertolongan sudah ditangani oleh tim medis di RSUD Sumenep bersama tim Dinas Kesehatan Provinsi Jatim," ujar orang nomor satu di Jatim ini.

Selain itu, Tim Tagana dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim, lanjutnya, juga sudah di lapangan dengan melakukan pencaharian, serta memberikan bantuan berupa selimut dan kebutuhan lainnya yang sudah dibawa oleh Dinsos Jatim.

Dinsos Jatim, Dinsos Sumenep, dan Tagana Sumenep telah melakukan inventarisasi data, pelayanan sosial bagi korban di pelayanan rumah singgah milik Dinsos Sumenep.

Dinsos akan memberikan paket bantuan selimut dan peralatan mandi bagi korban. Pihaknya juga tengah memproses dan melengkapi data korban meninggal dunia yang akan ditujukan ke Kemensos. Tujuannya, agar mendapat santunan kematian.

"Terkait santunan bagi korban yang meninggal, santunan tersebut akan menjadi perhatian kami dan Pemkab Sumenep," terangnya.



(eyt)

loading...