alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diperiksa KPK, Sekda Diberondong Soal Sumber Duit Bupati MKP

Tritus Julan
Diperiksa KPK, Sekda Diberondong Soal Sumber Duit Bupati MKP
Sekda Kabupaten Mojokerto Heri Suwita usai diperiksa KPK.Foto/SINDONews/Tritus Julan.

MOJOKERTO - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto Heri Suwita akhirnya selesai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam pemeriksaan kali ini, Heri diberondong penyidik KPK seputar sumbet duit Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Pemeriksaan ini merupakan hari kedua ia dikorek keterangannya oleh penyidik komisi antirasuah. Sebab, sehari sebelumnya, Heri juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Ia diperiksa bersama dengan sejumlah pejabat Pemkab Mojokerto.

Diantaranya mantan ajudan MKP, Lutfi Arif Muttaqin, Kepala Dinas Kepegawaian Pendidikan dan Pembinaan (DKPP) Kabupaten Mojokerto, Susantoso. Kemudian mantan Camat Ngoro, Muhammad Riduwan serta sejumlah pihak swasta yang diduga orang dekat MKP.



Kepada awak media, Heri Suwita enggan banyak komentar. Usai diperiksa selama hampir 3 jam, Heri mengaku ditanyai penyidik KPK seputar pengangkatan MKP sebagai bupati pada periode kedua pada tahun 2015 silam.

"Berkisar tentang surat pengangkatan bupati dan daftar gaji sejak 2010. Kalau aset bukan tupoksi saya," kata Heri sembari mempercepat langkahnya meninggalkan awak media, Kamis (4/7/2019) petang.

Heri mengaku lupa berapa jumlah pertanyaan yang dilontarkan penyidik KPK kepada dirinya. Ia hanya kembali menandaskan, jika dimintai keterangan soal gaji dan tunjangan Bupati MKP.

"Kalau jumlahnya wah saya lupa, tapi sedikit kok. Yang banyak itu kan datanya. Ya soal SK pengangkatan, gaji serta tunjangan itu," pungkas Heri.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyanto memilih kabur saat hendak dikonfirmasi awak media. Ludfi yang mengenakan kemeja biru, justru berlari menuju mobilnya.

KPK menetapkan Bupati nonaktif Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP), sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada 18 Desember 2018 lalu. Ini merupakan hasil pengembangan perkara suap dan gratifikasi dengan tersangka Mustofa sebesar Rp34 miliar.

Mustofa disangkakan melanggar pasal 3 dan/atau pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Pasca melakukan penetapan tersangka, KPK juga kembali melakukan penggeledahan dan pemeriksaan ke orang dekat MKP.

Tak terkecuali orang tua Bupati MKP yakni Hj. Fatimah serta jajaran direksi PT Musika. KPK juga kembali menyita sejumlah kendaraan dan aset milik MKP yang diatasnamakan pihak lain. Termasuk sejumlah kendaraan milik para pejabat di Pemkab Mojokerto dan pihak swasta



(msd)

loading...