alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Keterlaluan! Kepala Sekolah Ini Cabuli 6 Murid Laki-lakinya

Lukman Hakim
Keterlaluan! Kepala Sekolah Ini Cabuli 6 Murid Laki-lakinya
Tersangka AS saat diamankan di Mapolda Jatim. Foto/SINDonews/Lukman Hakim

SURABAYA - Enam murid SMP di Kota Surabaya, diduga menjadi korban pencabulan mantan kepala sekolah berinisial AS (40). Korban semuanya laki-laki berusia 15-16 tahun.

Kasubdit IV/Tipid Renakta, Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana mengatakan, perbuatan bejat tersangka dilakukan mulai Agustus 2018 hingga Maret 2019.

Korban dicabuli AS di berbagai lokasi di sekolah yang ada di Lidah Wetan Kecamatan Lakarsantri Surabaya tersebut. Di antaranya di ruang kelas, di tempat wudhu hingga di dalam musholla.



"Pencabulan yang dilakukan tersangka seperti memegang dan memeras kemaluan korban," katanya di Mapolda Jatim, Jumat (5/7/2019).

Sebelumnya, imbuhnya, pada Rabu (3/4/2019), pelapor mengadakan pertemuan dengan wali murid untuk membahas nilai anak-anak mereka yang menurun. Saat pertemuan tersebut, salah satu wali murid mengatakan bahwa anaknya telah menjadi korban pencabulan oleh AS.

Setelah pertemuan tersebut, masing-masing wali mudir menanyakan kepada anaknya dan memang benar ada yang menjadi korban pencabulan oleh tersangka AS.

Menurut keterangan korban, perbuatan tersangka AS juga disaksikan oleh teman-temannya. Kemudian pada Senin (8/4/2019) pelapor dan wali murid lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

"Kami sejauh ini masih melakukan pendalaman. Apa motif dari tersangka melakukan pencabulan. Apakah karena masalah orientasi seksual atau karena hal lain. Kami juga terus mengembangkan apakah ada korban yang lain," ujar Festo.

Tersangka sendiri hanya bisa bungkam dengan kepala tertunduk saat ditanyai awak media terkait motifnya melakukan pencabulan. Dalam perkara ini, tersangka dijerat pasal 80 dan atau pasal 82 UU No. 17/2016 tentang perubahan UU No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.



(eyt)

loading...