alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif, Bekraf Gelar Kreatifood

Lukman Hakim
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif, Bekraf Gelar Kreatifood
Bekraf menggelar Kreatifood Expo di atrium Ciputra World Mall diikuti 144 pelaku kreatif di bidang kuliner.Foto/SINDONews/Lukman Hakim

SURABAYA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menyelenggarakan Kreatifood Expo 2019 melibatkan 144 pelaku kreatif di bidang kuliner. Acaranya di atrium Ciputra World Mall, hari ini  hingga Minggu (14/7/2019).

Expo ini bertujuan meningkatkan pemasaran subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran. Selain itu untuk meningkatkan peluang investasi baru dari sisi permodalan non perbankan.

"Kami terus berkomitmen mengakselerasi produk dari pelaku ekonomi kreatif khususnya dalam hal pemasaran baik di dalam maupun luar negeri. Tentunya dengan melibatkan swasta dan Iembaga terkait,” ujar Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf, Yuana Rochma Astuti, Jum'at (12/7/2019).



Pada Kreatifood 2018 lalu, penyelenggaraan digelar di 10 kota besar di Indonesia. Kegiatan itu berhasil mempertemukan ratusan distributor dengan FoodStartup yang bergabung di Kreatifood dan membukukan transaksi Iebih dari Rp1 miliar selama acara berlangsung.

"Harapannya, pada penyelenggaraan kali ini, akan Iebih banyak transaksi dan startup yang terkoneksi dengan distributor," imbuh Yuana.

Penyelenggaraan Kreatifood tahun ini diawali dengan sosialisasi di 10 kota untuk menarik para pelaku usaha kuliner berpartisipasi. Pelaku kreatif terpilih yang diseleksi melalui program Kreatifood dan Food Startup Indonesia kemudian mengikuti Kreatifood Expo yang diselenggarakan pada Jumat-Minggu (12-14/7/2019) di Mal Ciputra World, Surabaya. Selain itu, pelaku kreatif tersebut juga akan dipertemukan dengan distributor, reseller, dan investor untuk membuka akses permasaran.

Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Kreatifood Expo diikuti oleh 144 pelaku kreatif kuliner. Dari 144 pelaku kreatif kuliner ini dikategorikan dalam beberapa zona. Antara lain, ready to eat, ready to drink, food service, dan food ingredients.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi subsektor kuliner terhadap Produk Dometik Bruto (PDB) ekonomi kreatif (ekraf) merupakan yang tertinggi pada 2016. Yakni mencapai 41,4 persen. Di tahun yang sama, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92 persen menjadi USD1,206 miliar dari sebelumnya USD1,179 miliar.

Kreatifood adalalah program Bekraf yang diinisiasi oleh Deputi Pemasaran pada akhir tahun 2016. Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Bekraf bagi subsektor kuliner sebagai penyumbang PDB ekraf terbesar. Selain itu, juga menjadi salah satu wujud intervensi pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.

"Kalau bisa, setiap produk kuliner harus didaftarkan ke HKI (Hak Kekayaan Intelektual) agar semakin dikenal," Kepala Subdit Advokasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Muhammad Fauzi



(msd)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif