alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Antisipasi Pencurian Sapi, Tim Cobra Sidak Pasar Hewan Pathok

Yuswantoro
Antisipasi Pencurian Sapi, Tim Cobra Sidak Pasar Hewan Pathok
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengecek langsung sapi-sapi yang dipasarkan di Pasar Hewan Pathok, Kabupaten Lumajang. Foto/Ist.

LUMAJANG - Tim Cobra Polres Lumajang, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Hewan Patok, yang ada di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jumat (12/7/2019).

Sidak yang dipimpin langsung Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban tersebut, bukan hanya mencari sepeda motor bodong saja, tetapi juga mengecek keberadaan sapi-sapi yang diperjualbelikan di pasar tersebut.

Menurut Arsal, sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya sapi hasil curian yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Pathok. Mengingat, hingga saat ini masih ada kasus pencurian sapi di wilayah Kabupaten Lumajang.



"Ada sekitar 300 sapi yang dipasarkan di Pasar Hewan Pathok. Kami cukup kesulitan untuk mengecek sapi-sapi yang diperjualbelikan, karena para penjual dan pembeli tidak diwajibkan memiliki dokumen untuk sapi-sapinya," tutur Arsal.

Antisipasi Pencurian Sapi, Tim Cobra Sidak Pasar Hewan Pathok

Melihat hal tersebut, perwira Polri yang juga menyandang gelar doktor bidang hukum bisnis ini mendatangi petugas Pasar Hewan Pathok, untuk meminta keterangan terkait prosedur transaksi dan identitas sapi yang diperjualbelikan.

Dari keterangan petugas pasar hewan, diketahui selama ini tidak ada pendataan terhadap sapi yang diperjualbelikan, sapi yang terjual hanya dikenai restribusi sebesar Rp3.500, dan petugas hanya mengeluarkan tanda lunas pembayaran restribusi.

"Saya juga mengecek kepada para pemilik sapi yang menjual sapinya di pasar hewan ini. Mereka mengaku, dahulu ada kartu ternak yang dikeluarkan pemerintah desa asal sapi tersebut. Tetapi, sekarang sudah tidak diberlakukan lagi," tuturnya.

Arsal menjelaskan, sengaja mendatangi pasar hewan tersebut untuk mempelajari sistem perdagangan sapi yang selama ini berlangsung, sehingga bisa dilakukan langkah-langkah antisipasi peredaran sapi hasil kejahatan.

Adanya kartu ternak, menurutnya sangat efektif untuk mengantisipasi peredaran sapi hasil kejahatan. Sayangnya, sekarang sudah tidak diberlakukan lagi. "Saya akan mencoba berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, untuk mengaktifkan kembali kartu ternak," ungkapnya.

Anwar, salah seorang penjual sapi di Pasar Hewan Pathok, mengaku sempat kaget dengan kedatangan Tim Cobra Polres Lumajang ke pasar hewan. Tetapi, dia juga merasa senang ada polisi yang turut mengawasi perdagangan sapi di pasar hewan.

"Kami berharap, dengan intensifnya patroli keamanan yang dilakukan oleh Tim Cobra Polres Lumajang, dapat menekan pencurian sapi yang sangat meresahkan masyarakat," tuturnya.



(eyt)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif