alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Saatnya Aplikasi FaceApp Dihapus dari Gadget, Ini Alasannya

Muh Iqbal Marsyaf
Saatnya Aplikasi FaceApp Dihapus dari Gadget, Ini Alasannya

JAKARTA - Aplikasi FaceApp beberapa hari belakangan ini boomingdan viral di media sosial. Apakah Anda salah satu dari belasan juta orang yang mengunduhnya?

Lebih dari 12,7 juta pengguna baru telah mengunduh FaceApp dalam sepekan terakhir. Alhasil, aplikasi pengeditan foto asal Rusia itu didaulat sebagai aplikasi gratis paling populer di Apple App Store dan Google Play.

Tetapi ketika minat pada FaceApp mencapai puncaknya, persyaratan layanan dan kebijakan privasi aplikasi yang samar membuat beberapa pengguna khawatir tentang bagaimana perusahaan menangani data mereka. Kebijakan dan ikatan data FaceApp dengan Rusia meningkatkan masalah keamanan di AS



Ketentuan layanan FaceApp memberikan lisensi perusahaan untuk menggunakan foto yang diunggah oleh pengguna untuk tujuan komersial. Ini juga memberikan izin perusahaan untuk menyimpan foto di server-nya bahkan setelah pengguna menghapusnya dari aplikasi.

Business Insider melaporkan, kebijakan FaceApp menyebutkan, data dapat disimpan untuk mematuhi "kewajiban hukum tertentu" . Tapi tidak ada batasan tertulis tentang berapa lama data dapat disimpan.

Kebijakan privasi FaceApp juga mengatakan, dapat mentransfer data pengguna ke negara di mana perusahaan beroperasi. Artinya, data dari server FaceApp yang berbasis di AS dapat dikirim ke tim pengembangan di St. Petersburg, Rusia.

FaceApp, bagaimanapun, menegaskan tidak pernah memberikan data kepada Pemerintah Rusia. Data pengguna belum dan tidak dikirim dari server AS ke Rusia.

Belum lama ini, mereka secara resmi mengeluarkan pernyataan yang mengklaim perusahaan tidak menyimpan data pengguna dan menghapus "sebagian besar gambar" dalam waktu 48 jam.

Mereka juga menjamin tidak menjual informasi pengguna atau foto ke perusahaan lain, meskipun itu memberikan data ke layanan iklan untuk menempatkan advertorial khusus pengguna di dalam aplikasi.

Pernyataan FaceApp sebagian besar didukung oleh penelitian independen. Beberapa pakar keamanan siber telah melacak proses transfer data aplikasi tersebut dan mengatakan fungsinya mirip dengan banyak aplikasi lain. Namun, lonjakan popularitas FaceApp yang tiba-tiba dan asal-usul Rusia telah memicu kekhawatiran publik tentang bagaimana data pengguna ditangani.

Senator, Chuck Schumer, telah meminta agar Komisi Perdagangan Federal menyelidiki praktik-praktik bisnis dan hubungan FaceApp dengan Pemerintah Rusia. Sementara itu, dan Komite Nasional Demokratik mengatakan kepada 2020 calon presiden untuk tidak menggunakan aplikasi tersebut.

"Kekhawatiran datang lebih dari setahun setelah Penasihat Khusus Robert Mueller mendakwa lebih dari selusin warga Rusia karena mengganggu pemilihan presiden 2016," paparnya.



(msd)

loading...