alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

50 Kali Cabuli Anaknya, Pria Beristri 5 Ini Babak Belur, Ada Apa?

Yuswantoro
50 Kali Cabuli Anaknya, Pria Beristri 5 Ini Babak Belur, Ada Apa?
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban memeriksa tersangka SS (44), yang tega mencabuli anaknya sendiri hingga lebih dari 50 kali. Foto/Ist.

LUMAJANG - Mata lebam serta bibir nyonyor terlihat dari wajah SS (44), saat berjalan dengan kawalan ketat Tim Cobra Polres Lumajang, menuju Kandang Cobra untuk pemeriksaan.

(Baca juga: Bapak Bejat, 50 Kali Setubuhi Anak Kandung Sejak 2015)

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban memimpin langsung proses pemeriksaan terhadap tersangka, yang dilakukan secara terbuka kepada masyarakat.



Meski telah ditutup dengan penutup kepala, namun wajah babak belur pelaku tidak bisa ditutupi. Wajah lebam tersebut, didapatkannya seusai dihajar oleh sesama tahanan di tahanan Mapolres Lumajang.

"Baru Selasa(30/7/2019) pelaku ini masuk ke tahanan Mapolres Lumajang, tetapi pagi sudah lebam semua begini," ujar Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Diduga kuat para tahanan lain, menghajar tersangja hingga babak belur, karena mengetahui perbuatan bejat SS yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri sebanyak 50 kali sejak tahun 2015 silam.

Arsal mengaku, anggota polisi yang berjaga di tahanan sudah melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaaku, yakni salah satunya setiap jam harus mengontrol kondisi para tahanan.

"Personel yang berjaga sudah melakukan pengecekan hampir setiap jam, namun mungkin di sela-sela pengecekan tersebut tahanan yang lain merasa jengkel dengan perbuatan bejatnya, lalu mengeroyok SS," ungkapnya.

Dia menyebutkan, tahanan yang ada di dalam sel adalah pelaku kejahatan beraneka ragam. Mulai dari maling motor, rampok, bahkan ada pula begal. Tetapi tidak ada yang sekeji SS menyetubuhi anak kandungnya sendiri.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap tersangka SS, Arsal pun memisahkan SS dari tahanan lainnya."Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, saya menempatkan SS ini di ruang tahanan khusus dan terisolasi dengan para tahanan yang lain," terangnya.

Aksi bejat SS yang menyetubuhi anak kandungnya, sebut saja Bunga (19). Dilakukan sejak tahun 2015 atau saat Bunga masih berusia 15 tahun. Bunga baru berani melaporkan aksi biadab tersebut, pada saat SS mengajaknya kembali melakukan persetubuhan.

SS membawa Bunga ke salah satu hotel yang berada di Kecamatan Senduro (29/7/2019). Tapi korban berhasil kabur dengan pura-pura ke kamar mandi, dan kemudian kabur melalui jendela hotel, untuk melaporkan ke Polsek Senduro.



(eyt)

loading...