alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Korupsi Pengadaan Kapal, Rekanan PT DPS Divonis 16 Tahun Penjara

Lukman Hakim
Korupsi Pengadaan Kapal, Rekanan PT DPS Divonis 16 Tahun Penjara
Direktur Utama A&C Trading Network, Antonius Aris Saputra usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Foto/SINDOnews/Yuswantoro

SURABAYA - Direktur Utama A&C Trading Network, Antonius Aris Saputra dijatuhi hukuman 16 tahun penjara oleh majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Vonis tersebut dijatuhkan lantaran terdakwa dianggap terbukti bersalah dalam pengadaan kapal floting crane PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), yang merugikan negara senilai Rp63 miliar.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Cokorda Gede menyatakan, terdakwa terbukti melanggar pasal 2 dan 3 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU No. 20/2001 tentang Tipikor.



Ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa. Diantaranya, terdakwa hanya mengembalikan uang kerugian sebesar Rp1,4 miliar. Hal ini dianggap terlalu kecil bagi majelis hakim jika dibandingkan nilai kerugian negara yang mencapai Rp63 miliar.

Tindakan terdakwa sebagai pengusaha juga dianggap sebagai contoh yang buruk bagi pengusaha di Indonesia. Perbuatan terdakwa dianggap bertentangan dengan program pemberantasan korupsi yang dicanangkan oleh pemerintah.

Terdakwa juga berbelit-belit saat memberikan keterangan. Sedangkan pertimbangan meringankan, terdakwa belum pernah dihukum. "Menjatuhkan pidana selama 16 tahun penjara, dan denda sebesarĀ  Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan," kata Gede, Rabu (14/8/2019).

Dalam putusan juga disebutkan, terdakwa diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 61,9 miliar. Jika tidak dibayar selama 41 bulan, maka hartanya akan disita oleh negara. Apabila harta yang disita tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana selama 8 tahun penjara.

Terkait dengan putusan ini, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU), menyatakan pikir-pikir. "Saya pikir-pikir yang mulia," kata JPU Arif Usman dan juga terdakwa.

Perkara ini bermula ketika pada 2015, PT DPS mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp200 miliar. Dari jumlah itu, Rp100 miliar di antaranya digunakan untuk membeli kapal floating crane.

Rekanan dalam pengadaan kapal ini adalah PT A&C Trading Network. Meski alokasi anggarannya sebesar Rp100 miliar, namun harga kapal sendiri dibeli seharga Rp63 miliar.

Kapal floating crane yang diibeli, berasal dari Rusia. Sayangnya, kapal tersebut bukan kapal baru. Melainkan kapal bekas buatan tahun 1973. Ketika kapal itu dibawa ke Indonesia, ternyata tenggelam di laut China.

Dengan begitu, negara tidak mendapat kemanfaatan dari pembelian kapal tersebut. Perkara ini juga menyeret mantan Direktur Utama PT DPS, Riry Syeried Jetta sebagai terdakwa.



(eyt)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif