alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Menikmati Lezatnya Tumpeng Empat Warna Warisan Majapahit

Tritus Julan
Menikmati Lezatnya Tumpeng Empat Warna Warisan Majapahit
Festival Tumpeng Paripurna di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto.Foto/SINDONews/Tritus Julan

MOJOKERTO - Kerajaan Majapahit tak hanya meninggalkan puing bekas bangunan. Namun, kerajaan Hindu Budha yang berjaya pada abad 13 ini juga meninggalkan kuliner yang sangat khas.

Yakni tumpeng empat warna atau yang disebut Tumpeng Paripurna. Tumpeng ini memiliki keunikan. Selain rasa yang lezat, tumpeng tersebut juga berwarna empat. Tumpeng ini juga dilengkapi dengan berbagai lauk pauk berupa olahan daging ayam, sapi, serta telur puyuh.

Upaya untuk melestarikan warisan peninggalan Majapahit ini pun terus dilakukan. Tim Pengembangan Program Desa Mitra (PPDM) Universitas Surabaya (Ubaya) berupaya membangkitkan potensi wisata Desa Bejijong melalui kuliner khas Kampung Majapahit ini.



Salah satunya dengan menggelar Festival Tumpeng Paripurna. Kegiatan ini digelar di Sanggar Seni dan Budaya Bhagaskara, Jalan Kebudayaan 3, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten, Minggu (18/8/2019).

"Festival Tumpeng Paripurna ini untuk menumbuhkan adanya kuliner lokal untuk Desa Bejijong. Tumpeng Paripurna ini terdiri dari empat warna, dilengkapi bumbu jangkep. Serta didukung dengan snack dan minuman," kata pembimbing Tim PPDM Ubaya, Veny Megawati.

Untuk snack yang disiapkan adalah wajik, makanan khas berbahan ketan. Sementara, minumannya berbahan olahan legen serta kolang-kaling yang diangkat dari buah siwalan. Minuman khas yang dianggap khas kerajaan Majapahit. Sementara untuk warna tumpeng bebas.

"Tujuannya setelah festival ini, kita akan menggelar event Minggu Legi-an. Jadi setiap Minggu Legi kita akan menggelar pasar tradisional yang mengangkat kearifan lokal Desa Bejijong itu sendiri. Diharapkan, mulai tumbuh desa wisata yang berbasis kearifan lokal di Trowulan," imbuhnya.

Pada pasar tradisional Minggu Legi itu, tidak hanya akan menjual makanan khas Majapahit. Namun, juga bakan digelar berbagai produk lokal, baik berupa souvenir maupun produk-produk kerajinan tangan asli Trowulan. Selain itu, dalam transaksi jual beli, para pembeli harus menggunakan koin khusus yang sudah disediakan.

"Karena produk lokal di Trowulan ini merupakan kerajinan cor, maka mata uang yang digunakan untuk transaksi di pasar tradisional menggunakan koin cor-coran. Jadi yang ingin belanja harus menukarkan uang rupiahnya dengan uang koin cor. Ini yang menjadikan khas di pasar tradisional Minggu Legi ini," jelasnya.

Dipilihnya Desa Bejijong sebagai lokasi pasar tradisional Minggu Legi ini karena PPDM Ubaya melihat potensi yang sangat besar. Bejijong yang dekat dengan berbagai lokasi wisata seperti Budha Tidur serta tempat-tempat peninggalan Majapahit, bakal menarik wisatawan baik lokal maupun dari mancanegara.

"Karena kami melihat potensi yang luar biasa dari Majapahit. Jadi mulai rumah Majapahit di desa ini lebih dari 200 unit. Kemudian dekat dengan wisata Budha Tidur, serta Industri di sini yang sangat bagus, itu sudah menjadi dasar wisata yang sangat bagus. Tinggal bagaiamana kita mengemas saja," pungkas Veny.



(msd)

loading...