alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ditipu Umi Salma, Aset Rp4,5 M Milik Kades Ini Menguap

Yuswantoro
Ditipu Umi Salma, Aset Rp4,5 M Milik Kades Ini Menguap
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, berdialog dengan para korban penipuan investasi yang dilakukan Umi Salma. Foto/Ist.

LUMAJANG - Kasus penipuan berkedok investasi yang dilakukan Umi Salma, menggunakan CV Permata Bunda, telah menyeret ribuan korban dari berbagai wilayah di Lumajang.

Bahkan, penipuan ini juga menyeret nama Kepala Desa Sentul, Kecamatan Sumbersumo, Kabupaten Lumajang, Didik Santoso (29). Dia tidak mampu berkata-kata lagi, ketika mengetahui Umi Salma ditangkap polisi karena berbagai macam kasus penipuan.

Didik yang merupakan warga Dusun Kembang, menyebutkan, Umi Salma telah menggadaikan aset-aset miliknya. Antara lain satu sertifikat tanah yang di atasnya berdiri tiga bangunan rumah.



"Satu rumah saya tempati, dan dua rumah lagi ditempati saudara saya. Sertifikat itu digadaikan ke BRI Cabang Lumajang, senilai Rp1 miliar," ujarnya lirih.

Bukan hanya itu, BPKB tiga bus milik Didik juga turut digadaikan Umi Salma di Koperasi Canbara senilai Rp400 juta, serta satu BPKB minibus digadaikan ke Bank KIK senilai Rp125 juta.

Aset milik Didik lainnya yang ikut digadaikan Umi Salma, adalah satu BPKB bus digadaikan ke Bank Danamon senilai Rp100 juta, dan satu BPKB bus digadaikan di Kota Malang.

Seluruh aset keluarga Didik digadaikan Umi Salma secara terpisah-pisah, tanpa sepengetahuan Didik. Bahkan, kades muda ini juga tidak mengetahui uang hasil gadai tersebut digunakan untuk apa oleh Umi Salma.

"Aset saya dipinjam oleh tersangka untuk digadaikan, karena jika Umi Salma yang meminjam uang bisa mendapat uang lebih banyak dengan alih untuk membeli usaha rumah kos, dan saya dijanjikan mendapat bunga 3% dari uang hasil gadai tersebut," ungkap Didik.

Bahkan, kini Didik sudah mendapatkan pemberitahuan dari salah satu bank tempat penggadaian asetnya, bahwa rumahnya akan disita karena belum membayar cicilan pinjaman. Totan nilai aset Didik yang digelapkan Umi Salma mencapai Rp4,5 miliar.

Janji Umi Salma untuk membayar bunga 3% atas pinjaman aset-aset tersebut, tidak pernah dibayarkan. Kini Didik juga terancam kehilangan seluruh aset keluarganya, karena Umi Salma sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengungkapkan, semakin didalami kasus ini, semakin banyak juga muncul korban penipuan yang dilakukan Umi Salma. "Tersangka selalu memberikan janji manisnya, untuk memperdayai korban-korbannya," ungkap Arsal.

Arsal mengaku masih terus mendalami kasus ini, termasuk membuka posko pengaduan bagi para korban penipuan investasi bodong yang dilakukan Umi Salma. Posko dibuka di Mapolres Lumajang.



(eyt)

loading...