alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Empat Ekor Sapi Blitar Mati Misterius, Dinas Lakukan Investigasi

Solichan Arif
Empat Ekor Sapi Blitar Mati Misterius, Dinas Lakukan Investigasi
ilustrasi

BLITAR - Empat ekor sapi milik Sriono (45) warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar mati dalam waktu hampir bersamaan. Sapi yang semula sehat dan segar bugar itu, tiba tiba ambruk, kejang kejang dan tidak tertolong.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar langsung menerjunkan petugas melakukan penyelidikan. "Benar ada sapi mati mendadak. Begitu mendapat laporan kami langsung melakukan investigasi," ujar Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Wasis, Senin (26/8/2019).

Oleh pemiliknya, sapi yang sekarat itu langsung dipotong. Yang bersangkutan berfikir daging sapi masih bisa dimanfaatkan. Dari kesimpulan awal, kata Wasis kematian sapi tidak disebabkan gejala penyakit menular mematikan. "Karenanya daging sapi masih aman dikonsumsi," katanya.



Dalam pemeriksaan petugas mengambil sejumlah sampel organ dalam sapi, yakni jeroan serta sisa campuran makanan. Semuanya langsung dikirim ke laboratorium peternakan di Yogyakarta. Meski belum diperoleh kepastian, penyebab kematian empat ekor sapi itu diduga karena keracunan.

"Ada dugaan keracunan. Namun untuk lebih jelasnya kita tunggu hasil dari uji laboratorium," kata Wasis. Sementara Sriono, pemilik empat ekor sapi yang mati mengaku terkejut dengan kejadian yang menimpa ternaknya. Saat menerima kabar sapinya sekarat, Sriono mengaku sedang di sawah, tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Dia langsung tergopoh gopoh pulang. "Saat saya datang, semua sudah pada tergeletak di lantai kandang. Saya kaget, karena sebelumnya sehat sehat semua," tuturnya. Sriono merasa tidak ada yang salah dalam pemberian makan. Seperti biasa, sapi sapinya selalu mengkonsumi bekatul. Begitu juga sebelum tiba tiba kejang kejang dan mati.

Dalam peristiwa yang berlangsung Rabu siang itu (21/8), Sriono langsung menghubungi dokter hewan setempat. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter hewan bersangkutan langsung menghubungi dinas peternakan dan perikanan Kabupaten Blitar. Karena dikhawatirkan kematian disebabkan penyakit menular.



(msd)

loading...