alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Aris Dijatuhi Hukuman 8 Tahun Penjara Atas Perkara Cabul lain

Lukman Hakim
Aris Dijatuhi Hukuman 8 Tahun Penjara Atas Perkara Cabul lain
Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Asep Maryono. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA - Muhammad Aris ternyata tidak hanya menjadi terpidana kasus pencabulan dengan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, serta hukuman tambahan berupa kebiri kimia.

Warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut, belum lama ini juga divonis hukuman delapan tahun penjara dalam perkara serupa lainnya.

Hal itu diungkap Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Asep Maryono. Perkara pria berusia 21 tahun itu divonis 8 tahun ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto. Korbannya seorang bocah.



Hanya saja dalam perkara terakhir yang divonis delapan tahun penjara, masih belum memiliki kekuatan hukum tetap, karena terpidana masih mengajukan banding.

"Dengan dua perkara yang telah diputus pengadilan tersebut, terpidana (Aris) akan menjalani hukuman pidana pokok seluruhnya selama 20 tahun," katanya, Rabu (28/8/2019).

Sementara itu, Sosiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto mengungkapkan, akar masalah dari pemerkosaan selalu merujuk pada seberapa jauh pola pikir patriarki mengakar di masyarakat. Makin patriarkis masyarakat, maka makin mentoleransi pelaku.

"Polemik hukuman kebiri kimia sementara ini masih berkutat pada perspektif pelaku. Kenapa tidak mempertimbangkan dari perspektif korban. Saya kira itu penting. Saya mungkin agak bias karena saya punya anak satu, dan anak satu saya perempuan. Jadi, saya bisa membayangkan kalau itu terjadi (jadi korban)," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, sejak 2015 Aris terbukti mencabuli sembilan anak gadis yang tersebar di wilayah Mojokerto. Modusnya, sepulang kerja menjadi tukang las dia mencari mangsa. Dia membujuk korbannya dengan iming-iming dan membawanya ke tempatnya sepi.

Selanjutnya Aris melakukan perbuatan asusila pada korban. Hingga akhirnya, aksi pelaku terekam kamera CCTV salah satu perumahan di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (25/10/2018) sekitar pukul 16.30 WIB. Keesokan harinya, Aris diringkus polisi.

Atas perbuatannya, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, menjatuhkan vonis bersalah pada Aris dengan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan.

Hukuman itupun dianggap tak cukup. Hakim lantas memberi hukuman tambahan kebiri kimia. Aris pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PN) Jatim. Namun upayanya sia-sia karena hakim PT Jatim menguatkan putusan hakim PN Mojokerto.



(eyt)

loading...