alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bupati Blitar Diminta Mengevaluasi Kerjasama dengan Livi Zheng

Solichan Arif
Bupati Blitar Diminta Mengevaluasi Kerjasama dengan Livi Zheng
Kerja sutradara film Livi Zheng, untuk mempromosikan Kabupaten Blitar, dievaluasi DPRD Kabupaten Blitar. Foto/Ist.

BLITAR - Terkait dengan upaya mempromosikan Kabupaten Blitar, DPRD Kabupaten Blitar meminta eksekutif lebih berhati-hati dalam menjalin kerjasama dengan pihak ketiga.

(Baca juga: Film Amazing Blitar Buatan Livi Zheng Tidak Pernah Ada?)

Lembaga legislatif Kabupaten Blitar, tidak berharap kasus pembuatan film Amazing Blitar yang outputnya tidak jelas akan terulang lagi di masa yang akan datang.



"Karena ini menyangkut kewibawaan pemerintah. Jangan sampai kasus film Amazing Blitar terulang," ujar anggota DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo kepada Sindonews.com Senin (9/9/2019).

Untuk film Amazing Blitar yang teaser atau cuplikannya diputar di Los Angles (LA) Amerika Serikat 2017 lalu, Pemkab Blitar merogoh kocek Rp700 juta. Bahkan Bupati Blitar Rijanto bersama 13 penari hadir langsung di LA.

Film bermisi promosi itu hasil kerjasama Pemkab Blitar, dengan sutradara Livi Zheng. Dalam kerjasama bernilai ratusan juta itu Pemkab Blitar, hanya mendapat tayangan berdurasi tidak lebih dari empat menit. Versi utuh film Amazing Blitar hingga kini juga tidak pernah ada.

Sebagai wakil rakyat, Wasis tidak ingin output yang tidak jelas dari kerjasama dengan pihak ketiga, yakni khususnya Livi Zheng kembali terulang. Sebab dia melihat sutradara muda yang mendaku karyanya masuk nominasi Oscar itu kembali terlibat penggarapan film The Santri yang beberapa pengambilan gambar dilakukan di Blitar.

"Pemkab harusnya memiliki pertimbangan yang matang. Tidak gampang kaget dengan glorifikasi nama besar seseorang yang belum terbukti," kata Wasis.

Dalam kasus ini Wasis juga meminta Bupati Blitar, mengevaluasi kerjasama dengan pihak ketiga, yakni terutama menyangkut branding daerah. Selain menyangkut kewibawaan pemerintah yang harus dijaga, kerjasama yang dibangun juga melibatkan dana APBD yang tidak kecil. "Bupati harus melakukan evaluasi," tegasnya.

Kepala Disporbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso sebelumnya menegaskan Pemkab Blitar, tidak ada kerjasama lagi dengan Livi Zheng. Posisi pemkab dalam pembuatan film The Santri, kata dia hanya sebagai fasilitator, yakni menunjukkan tempat-tempat yang layak untuk syuting.

Suhendro juga menegaskan, kerjasama Pemkab Blitar, dengan Livi Zheng hanya dalam pembuatan film Amazing Blitar. "Dalam pembuatan film The Santri, kita tidak ada kerjasama dengan Livi Zheng," katanya.



(eyt)

loading...