alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Triwulan III 2019, Kinerja Ekonomi Jatim Diprediksi Melambat

Lukman Hakim
Triwulan III 2019, Kinerja Ekonomi Jatim Diprediksi Melambat
Kinerja ekonomi Jatim pada triwulan tiga 2019 ini, diprediksi mengalami pelambatan. Foto/Ilustrasi

SURABAYA - Laporan Perekonomian Provinsi Jatim yang dirilis Bank Indonesia (BI) mencatat, kinerja ekonomi Jatim pada triwulan tiga 2019 diperkirakan mengalami pelambatan.

Perkiraan kinerja ekonomi di triwulan tiga lebih lambat dibanding triwulan dua 2019, karena dipicu oleh kembali normalnya konsumsi masyarakat.

Berakhirnya momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), diperkirakan menjadi katalis negatif kinerja konsumsi rumah tangga. Sementara berakhirnya Pemilu 2019 akan mendorong perlambatan lebih dalam kinerja konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) sepanjang triwulan tiga 2019.



"Indikasi perlambatan konsumsi rumah tangga Jatim tercermin dari perlambatan perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada triwulan tiga 2019," kata kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jatim, Difi Ahmad Johansyah, Kamis (12/9/2019).

Perlambatan pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga disebabkan kinerja ekspor luar negeri yang melambat. Ini seiring potensi perlambatan aktivitas industri pengolahan dan pertumbuhan PDB mitra dagang luar negeri.

Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Jatim triwulan tiga 2019 diperkirakan ditopang oleh lapangan usaha konstruksi, pertanian serta penyediaan akomodasi makan minum. "Pertumbuhan kinerja lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum disebabkan masuknya periode liburan," tandas Difi.

Difi mengaku, pihaknya terus mendorong peningkatan pasar luar negeri atau ekspor. Termasuk ekspor produk dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mengurangi defisit transaksi berjalan.

"Kami ingin menanamkan mindset kepada UMKM, bahwa menembus pasar global bukanlah suatu hal yang mustahil. Kami punya berbagai program untuk memfasilitasi UMKM agar mampu menembus pasar luar negeri," terangnya.

Dia menambahkan, saat ini sudah ada sebanyak 11 UMKM mitra BI se-Jatim dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Malang dan Kediri yang telah bekerjasama dengan importir asal Singapura, Anapana.

Fasilitasi kerjasama oleh BI Jatim tersebut telah membuka peluang pasar bagi UMKM untuk berekspansi ke pasar global. Tidak hanya Singapura, namun juga ke negara-negara lain seperti Hongkong dan Kanada. "Kami mendorong agar UMKM Jatim bisa berdaya saing," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Jatim, Muhammad Oskar menyatakan bahwa, pihaknya sudah sejak 2018 bersinergi dengan BI Jatim. Sinergi ini guna penguatan kapasitas dan kualitas pelaku usaha kecil.

"Sinergi penguatan ekspor UMKM dengan menggandeng berbagai komunitas ini akan terus dilanjutkan. Termasuk juga pendampingan kepada UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas dan kualitasnya untuk bersaing di pasar global," tandasnya.



(eyt)

loading...