alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gus Hans: Bonus Demografi Harus Disikapi dengan Baik

Ali Masduki
Gus Hans: Bonus Demografi Harus Disikapi dengan Baik
Zahrul Azhar yang akrab disapa Gus Hans (tengah) bersama sejumlah ormas usai memberikan keterangan pers, di Surabaya, Kamis (12/9/2019). Foto/SINDONews/Ali Masduki

SURABAYA - Bonus demografi yang diterima bangsa Indonesia menjadi tantangan tersendiri bangsa Indonesia dan harus disikapi dengan baik.

Sedangkan dari data yang dihimpun, ada sekitar 46% generasi millenial di Kota Surabaya yang memiliki hak pilih pada pilwali kota Surabaya 2020.

Hal itu diungkapkan Gus Hans, sapaan akrab Zahrul Azhar. Menurut dia, bonus demografi harus disikapi dengan baik.



"Kita ini memiliki bonus demografi, yang kalau tidak disikapi dengan baik maka dia akan menjadi bom waktu bagi kita," kata dia usai bincang santai dengan wak media di Rumah Makan Bebek Harissa, Surabaya, Kamis (12/9/2019).

Menurut Gus Hans, ke depan tugas pemerintah adalah memberikan peluang pada anak-anak muda untuk berkiprah supaya menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan kreatif dan bisa mengimbangi perkembangan yang ada di dunia.

"Merekalah yang akan menghadapi Surabaya ini dengan resiko yang dia tanggung," kata dia.

Terkait rencanya untuk ikut kontestasi pada pilwali 2020, Gus Hans mengatakan, bahwa dirinya harus melakukan komunikasi politik dengan partainya dulu, mengingat saat ini dirinya masih menjabat sebagai pengurus harian wakil ketua Golkar Jawa Timur.

"Setiap yang saya lakukan memiliki konsekuwensi politik. Maka ketika saya akan melangkah harus melalui mekanisme partai yang saya ikuti," kata dia.

Untuk kota Surabaya, juru bicara (jubir) kampanye Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ini menilai bahwa Kota Surabaya merupakan kota yang indah. Surabaya adalah kota yang memiliki harapan yang baik, karena masyarakatnya memiliki integritas dan juga kecerdasan rata-rata. Sehingga siapapun yang akan menjadi pemimpin kota Surabaya ini insyaaloh tidak akan susah untuk melakukan tugasnya.

"Sebab biasanya kendala dalam sebuah pemerintahan itu kan tidak adanya partisipasi masyarakat. Tapi kalau di Surabaya dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari yang lain, maka yang namanya partisipasi publik itu pasti akan lebih mudah membantu program-program pemerintah," kata dia.

Gus Hans mengakui apa yang sudah dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sangat luar biasa dan Sebaiknya diteruskan oleh penggantinya. Pembangunan-pembangunan keindahan yang dilakukan Risma saat ini harus dilanjutkan dengan perencanaan lebih matang lagi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, mulai dari Benowo sampai kawasan Rungkut.

"Sekarang ini masih beberapa sentral-sentral aja, dan Bu Risma gak salah, karena Bu Risma bukan superwomen yang bisa melakukan itu semuanya dalam waktu yang singkat. Maka menurut saya menjadi acuan siapapun pemimpinnya bisa melakukan seperi itu di wilayah-wilayah yang lain, sehingga ini bisa merata," kata dia.

Ke depan, kata dia, yang perlu dilakukan oleh penerus Risma adalah membagun mental masyarakat Surabaya dengan cara memperkuat pembangunan karakter.



(nth)

loading...
Berita Terkait