alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Semeru Terbakar, Kapolres dan Dandim Berjibaku Padamkan Api

Yuswantoro
Semeru Terbakar, Kapolres dan Dandim Berjibaku Padamkan Api
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, bersama Dandim 0821 Lumajang, Letkol Inf. Ahmad Fauzy, memimpin tim gabungan memadamkan api di lereng Gunung Semeru. Foto/Ist.

LUMAJANG - Ratusan petugas gabungan dari TNI, POLRI, BPBD, TNBTS, serta relawan pecinta alam, terus berjibaku memadamkan api yang membakar lereng Gunung Semeru.

(Baca juga: Hutan Seluas 97,3 Hektar di Lereng Gunung Semeru Terbakar)

Kegiatan pemadaman dimulai dari Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, bersama Dandim 0821 Lumajang, Letkol Inf. Ahmad Fauzy, tim gabungan tersebut bergerak menuju titik api yang ada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).



Sebelum pemberangkatan, petugas gabungan ini telah dibagi dalam beberapa kelompok agar penanganan kebakaran hutan cepat diselesaikan. Mereka disebar di beberapa titik api, yang diketahui melalui satelit milik LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).

Menggunakan alat yang telah disiapkan sebelumnya, Kapolres bersama Dandim turun langsung ke beberapa titik api. Mereka berjibaku memadamkan titik api, agar tidak merembet semakin parah.

Hadirnya Kapolres dan Dandim untuk mendukung upaya pemadaman api di lereng Gunung Semeru, membuat anggota tim gabungan juga semakin semangat dalam melaksanakan tugas mulia memadamkan api yang membakar hutan.

"Kebakaran di areal TNBTS sudah sangat turun bila dibandingkan beberapa hari yang lalu. Titik api sudah jauh berkurang dari yang sebelumnya ada 70 hotspot, saat ini sisa 4 hotspot. Beberapa titik api berada di medan yang sangat curam, di lereng dengan kemiringan 70 derajat. Yang terbakar semak belukar, untuk pohon-pohon besarnya tidak sampai ikut tebakar," tutur Arsal.

Menurutnya, semua pihak baik dari TNI, Polri, BPBD, TNBTS dan masyarakat telah bekerja secara maksimal agar kebakaran hutan di wilayah TNBTS ini segera teratasi. Seluruh personel telah dikerahkan, peralatan untuk memadamkan api juga disiapkan semuanya.

"Sejauh ini, faktor alam yaitu musim panas yang berkepanjangan adalah penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Hal ini diperkuat dengan titik api yang ditemukan adalah di areal yang sulit dijangkau oleh manusia," terangnya.

Dia juga menghimbau mereka yang akan mendaki Gunung Semeru, agar bersabar dahulu. "Bagi pecinta alam, kami telah menutup jalur pendakian untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Kami tidak mau beresiko dengan membuka jalur pendakian," pungkas Arsal.



(eyt)

loading...