alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Khofifah Minta Kader PKK Berperan Atasi Masalah Katarak

Lukman Hakim
Khofifah Minta Kader PKK Berperan Atasi Masalah Katarak
Gubernur Jatim, Khofifah Indarparawansa mengajak kader PKK menanggulangi kasus katarak. Foto/Ist.

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa meminta para kader PKK di Jatim ikut menyisir masalah gangguan penglihatan atau katarak di Jatim.

Hal ini sejalan dengan komitmen Jatim dalam mewujudkan Universal Eye Health dan gerakan bebas katarak.

"Kami berharap para kader PKK bisa ikut menyisir dan mengidentifikasi terutama di kabupaten dan kota yang masih terdeteksi penderita katarak yang membutuhkan layanan kesehatan. Sehingga tim dari Dinas Kesehatan maupun rumah sakit dapat memberikan penjangkauan layanan," kata Khofifah saat membuka Sosialisasi dan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK - Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) - Kesehatan Tahun 2019 di Kantor Sekretariat TP PKK Jatim, Jalan Gayung Kebonsari 56A Surabaya.



Khofifah mengatakan, selain ikut menyisir, kader PKK diharapkan ikut melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait penanganan dan pencegahan masalah kesehatan, terutama soal katarak secara lebih komprehensif.

"Penjangkauan layanan kesehatan baik dari Pemprov maupun Pemkab dan Pemkot mungkin terbatas. Disinilah peran para kader PKK hingga dasawisma ini tetap menjadi andalan dan unggulan sebagai mitra pemerintah untuk ikut memberikan informasi penjangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan hingga ke daerah-daerah," katanya.

Dalam mengatasi masalah katarak ini, lanjutnya, Pemprov Jatim juga menggandeng beberapa instansi terkait seperti Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), Komite Mata Nasional (Komatnas), serta elemen strategis lainnya. Rencananya, pada 18 Oktober mendatang akan dilakukan pelantikan Komite Mata Daerah (Komatda) Jatim sebagai perpanjangan tangan Komatnas di daerah.

"Dengan adanya Komatda di daerah maka ini menjadi sinergi yang baik untuk kita bersama-sama mengatasi masalah katarak di Jatim. Tentunya dengan berbagai upaya seperti kegiatan sosial berupa operasi katarak gratis," katanya.

Sebagaimana diketahui angka kebutaan akibat katarak diperkirakan mencapai 80 persen. Sementara persentase katarak di Jatim saat ini mencapai 4,1 persen sementara rata- rata nasional 3 persen. Pemprov Jatim bersama Komite Mata Daerah dan PerdamiĀ  berharapĀ  menargetkanĀ  agar bebas katarak pada tahun 2023.

Sementara itu Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Arumi Emil Dardak mengatakan, masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), kurang gizi hingga gizi buruk, penyakit menular dan penyakit tidak menular menunjukkan masalah kesehatan masih menjadi fokus perhatian pemerintah saat ini. "Saya mengajak masyarakat termasuk kader PKK untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam berperilaku sehat," ujarnya.



(eyt)

loading...