alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tidak Kapok, Pengungsi Papua Asal Blitar Siap Balik Lagi

Solichan Arif
Tidak Kapok, Pengungsi Papua Asal Blitar Siap Balik Lagi
Tampak warga Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar yang memilih mengungsi dari Papua karena situasi yang masih mencekam. Foto/Istimewa

BLITAR - Sebanyak lima warga Kabupaten Blitar yang bekerja di Wamen, Papua, memilih pulang kampung, Rabu malam (9/10/2019).

Mereka sekeluarga yang memilih mengungsi itu tiba di Blitar. Kendati demikian mereka menyatakan akan balik ke Papua jika situasi sosial politik kembali normal.

"Kalau situasi sudah normal mereka menyatakan akan kembali lagi ke sana (Papua)," kata Bupati Blitar Rijanto kepada wartawan.



Kelima pengungsi itu adalah Yudi Prasetyo, Edi Handoko, Siswo Daroeni, Endang dan Samsudin. Untuk sementara semua akan kembali ke Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Di Wamena Papua, mereka mengadu nasib dengan membuka bengkel dan warung makan. Namun tiba tiba situasi yang nyaman berubah mencekam. Dengan biaya sendiri mereka memutuskan keluar dari Papua dan pulang ke kampung halaman di Blitar.

Satu keluarga ini naik pesawat komersial Jayapura-Juanda. Menurut Rijanto, Pemkab Blitar melalui Dinas Sosial Blitar menjemput mereka di bandara Juanda, Sidoarjo. Dalam perjalanan Juanda-Blitar, satu orang pengungsi yakni Endang yang menderita lumpuh, ditempatkan di mobil ambulan.

"Dari bandara Juanda mampir dulu di pendopo kabupaten Blitar," kata Rijanto. Di pendopo mereka disantuni sembako dan sejumlah uang.

Terkait uang yang sudah dikeluarkan untuk biaya pulang sendiri, Rijanto berjanji akan mengupayakan ada penggantian. Begitu juga dengan Endang yang langsung diopname di RSUD Wlingi Kabupaten Blitar, juga akan diupayakan pembebasan biaya pengobatan.

"Akan kami upayakan. Sebab semua ini memang sifatnya mendadak," kata Rijanto.

Rijanto juga memuji kelima pengungsi itu sebagai orang orang hebat yang berhasil di Papua. Mereka berhasil menyatu dengan warga setempat. Hanya saja situasi tidak kondusif yang membuat mereka terpaksa keluar dari Papua. "Mereka orang orang hebat," ujar dia.



(nth)

loading...