alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sujud di Kaki Orang Tua, Cara Perdamaian Dua Geng Pelajar

Aan Haryono
Sujud di Kaki Orang Tua, Cara Perdamaian Dua Geng Pelajar
Para pelajar yang terlibat aksi tawuran dua geng besar didamaikan dengan cara sujud di kaki orang tuanya. Foto/SINDOnews/Aan Haryono

SURABAYA - Anak-anak Surabaya yang terindikasi tawuran dikumpulkan bersama di Gedung Siola Surabaya, Kamis (10/10/3019).

Mereka disuruh untuk minta maaf kepada orang tua masing-masing dengan cara mencium kaki ibunya.

Momen itu membuat ibu-ibu yang menerima anaknya minta maaf langsung terisak tangis. Hampir semua orang tua yang diminta maju ke depan dan anak-anaknya minta maaf, tak kuasa menahan tangisnya. Sesekali mereka menghapus air mata yang tumpah.



Selain itu, anak-anak yang mendapatkan pengarahan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kapolrestabes Surabaya itu diminta untuk saling bermaaf-maafan dan berpelukan.

Bahkan, Risma meminta setelah keluar dari ruangan itu tidak ada lagi geng Jawara atau pun geng All Start. "Kalian harus janji setelah keluar dari ruangan ini tidak ada lagi geng-gengan, yang ada adalah arek-arek Suroboyo. Setuju?" teriak Risma kepada anak-anak.

Di samping itu, anak-anak ini juga diminta untuk menuliskan biodatanya dilengkapi dengan keinginannya dalam secarik kertas yang sudah diberikan oleh jajaran Pemkot Surabaya. Setelah mereka menuliskan itu, satu persatu lembaran itu dilihat oleh Risma.

“Setelah saya lihat, ternyata mereka ini normal, tapi memang mereka tidak mengerti, banyak yang ikut-ikutan,” kata dia.

Risma juga memastikan bahwa sudah meminta tolong kepada Kapolrestabes Surabaya untuk mencari otak atau aktor di balik aksi tawuran pelajar. Sebab, anak-anak ini seolah-olah ditekan untuk ikut dalam geng mereka.

“Mereka ini hampir 95% tidak mengerti. Jadi, ini ada otak yang menggerakkan mereka. Tapi otaknya ini berada di belakang. Katanya dua orang sudah ditangkap dan akan ditindaklanjuti,” kata dia.

Bagi Risma, saat ini yang paling penting anak-anak ini tidak mudah percaya kepada siapapun yang mengajak untuk tawuran. Misalnya seperti disampaikan anak-anak tadi bahwa ada yang mengajak dan ditekan serta diancam.

“Anak-anak ini tidak perlu takut. Bahkan, tadi ada yang cerita bahwa sudah keluar dari grup WA, tapi kemudian mereka dipaksa lagi, ditarik lagi oleh mereka dan ditakut-takuti,” kata dia.

Dia juga memastikan bahwa pihak kepolisian sudah mendeteksi oknum-oknum yang mengajak tawuran itu. Sehingga berkali-kali Wali Kota Risma meminta anak-anak itu untuk tidak takut pada oknum yang mengancamnya. Bahkan, Wali Kota Risma juga  meminta untuk langsung melaporkan kepada pihak kepolisian melalui nomor 110 atau melalui aplikasi Jogo Suroboyo.

“Bisa juga langsung menghubungi 112. Nanti kami tindaklanjuti, jadi jangan takut,” kata dia.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho juga menjelaskan apabila ada kejadian yang mengganggu keamanan dan ketertiban Kota Surabaya, dia meminta untuk melaporkan kepada pihak kepolisian melalui aplikasi Jogo Suroboyo itu. “Tolong difotokan melalui aplikasi itu, nanti kami akan tindaklanjuti,” ujar dia.

Sandi juga meminta tawuran yang mengganggu keamanan dan ketertiban itu tidak boleh terjadi lagi. Bahkan, dia juga memastikan bahwa dengan kemajuan teknologi saat ini, pihaknya lebih tahu pergerakan dari geng-geng ini, sehingga beberapa kali pun dibubarkan oleh pihak kepolisian.

“Jadi, kami bisa memonitor adik-adik ini, makanya kami bubarkan,” kata dia.



(nth)

loading...
Berita Terkait