alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gubernur: 80 Persen Kebutaan di Jatim Akibat Katarak

Lukman Hakim
Gubernur: 80 Persen Kebutaan di Jatim Akibat Katarak
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.foto/dok

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyatakan angka kebutaan di Jatim masih di atas rata-rata nasional. Hampir 80 persen di antaranya disebabkan katarak.

Dalam rangka peringatan Hari Jadi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim ke 74 salah satu program yang diselenggarakan adalah penanganan kebutaan yang disebabkan katarak.

Gerakan sosial ini sekaligus sebagai upaya mewujudkan Jatim bebas dari katarak pada tahun 2023. Gerakan penanganan katarak ini akan terus dilakukan di beberapa titik yang sudah di petakan di Jatim.



Dalam penyelenggaraanya, Pemprov Jatim telah bekerja sama dengan Komite Mata Daerah (Komatda), Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), dan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. “Kita berharap di tahun 2023 Jawa Timur sudah bebas katarak,” Kata Khofifah usai kunjungan acara bakti sosial penanganan katarak Rumah Sakit Soedono Madiun, Jum'at (11/10/2019).

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengungkapkan, kegiatan-kegiatan sosial seperti ini sebenarnya telah banyak dilakukan. Namun kali ini ia menitikberatkan bahwa yang ingin dicapai adalah target yang lebih maksimal dari sebelumnya.

Ini karena berhubungan dengan angka kebutaan di Jatim  yang masih besar, di atas rata- rata nasional. “Kita ingin tingkatkan sinergitas antar elemen strategis dengan targetnya bisa lebih maksimal,”harap Khofifah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Kohar Hari Santoso menjelaskan, angka kebutaan di Jatim mencapai lebih dari 400.000. Kebutaan itu disebabkan faktor resiko dari beberapa penyakit seperti diabetes, dan hipertensi, serta karena paparan sinar ultraviolet.

 “Beberapa faktor penyebab katarak diantaranya ultraviolet dan penyakit dasar seperti diabet dan hipertensi. Oleh karenanya arah pencegahan kita kesana,” jelasnya.



(msd)

loading...