alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

9 Terduga Teroris Jabar Dibekuk Tim Densus 88 Mabes Polri

Agus Warsudi
9 Terduga Teroris Jabar Dibekuk Tim Densus 88 Mabes Polri
Tim Densus 88 anti Teror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap teroris di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Foto/inews TV/ Toi Iskandar

BANDUNG - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, menangkap sebanyak sembilan terduga pelaku tindak pidana terorisme di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Penangkapan ini dilakukan pasca peristiwa penusukan yang dilakukan terduga pelaku terorisme, terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Kamis (10/10/2019).

Para terduga pelaku terorisme di Jabar, yang berhasil dibekuk Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Jabar, antara lain berinsial WBN, JJ, AAS, Ad, LT, BA, RF, N, dan YF. Mereka dibekuk di Kota Bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.



Sebanyak sembilan orang itu diduga kuat sebagai anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung, dan Cirebon. Bahkan, para terduga teroris tersebut telah menyiapkan aksi teror alias amaliah di sejumlah wilayah di Jabar. Hal itu dibuktikan dengan temuan bahan-bahan pembuatan bom berdaya ledak tinggi.

Data yang diperoleh dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat (Karo Penmas Divhumas) Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, total 24 terduga teroris ditangkap pasca insiden penusukan terhadap Wiranto.

"Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, melakukan preventif strike guna mengembangkan tersangka yang telah ditangkap dan mitigasi secara maksimal agar tidak melakukan aksi amaliah atau teror," kata Dedi dalam keterangan persnya.

Pasca insiden penusukan di Banten, Densus 88 Antiteror menangkap WBN alias Budi di kawasan Gunungbatu, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kamis (10/10/2019).

WBN diduga simpatisan dari Daulah Islamiah atau DI sejak 2015. Selain itu, WBN juga telah melakukan baiat terhadap ISIS pada 2016.

Terduga teroris WBN juga berperan merekrut beberapa orang yang akan digabungkan dengan kelompok AS yang telah ditangkap pada 23 September lalu di Bekasi dan kelompok AL yang dibekuk pada Senin (14/10/2019).

"Barang bukti yang disita dari WBN antara lain, beberapa serbuk yang diduga akan dijadikan bahan bom, gotri, airsoft gun, pisau, beberapa buku terkait jihad, konsep-konsep rencana amaliah secara tertulis, dan dokumen pribadi milik yang bersangkutan (WBN)," kata Dedi.

Pada Jumat (11/10/2019) Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap RF di Jalan Bima Basuki, Desa Karanganyar, Kabupaten Indramayu, Jabar.

RF terlibat dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon, yang pernah diajak untuk melakukan aksi teror oleh terduga teroris WW yang ditangkap di Bekasi. Tersangka RF juga tergabung dalam grup Telegram "Jihad Fisabilillah" bersama Abu Zee.

Dalam grup Telegram tersebut, Abu Rara menyampaikan akan melakukan amaliah dan telah mempersiapkan senjata tajam. Dari tangan RF, petugas menyita senjata tajam, handphone, dan uang tunai.

Kemudian, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri membekuk terduga teroris YF di Jalan Raya Panguragan, Desa Apanguragan, Kecamatan Panuragan, Kabupaten Cirebon, Minggu (13/10/2019).

Dari tangan YF, petugas menyita asam nitrat HNO3 (golongan asam dan beracun), cairan kimia Fenolftalein, Amonium hidroksida NH4OH, arang, anak panah, lem, beberapa buku, mur, dan paku.

Masih pada hari yang sama, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri meringkus terduga teroris BA di Pagongan Timur, Kelurahan Panjunan, Kota Cirebon, sekitar pukul 19.20 WIB.

BA merupakan amir atau pemimpin kelompok teroris JAD Cirebon, dan terkait dengan kelompok WW. BA mengetahui rencana aksi teror yang dilakukan WW. Dari tangan BA petugas menyita sangkur dan beberapa buku.

Tak berhenti di situ, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bergerak ke Kota Bandung, pada Senin (14/10/2019), dan berhasil membekuk terduga teroris N di kawasan Blossom, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, sekitar pukul 11.58 WIB.

N diduga terlibat jaringan teroris JAD Bandung, terkait kelompok WBN yang telah ditangkap di Gunungbatu, dan ikut merencanakan amaliah atau aksi teror.

Pada hari yang sama, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri juga meringkus JJ, di perumahan elite Grand Sharon Residence, Jalan Manjahlega RT 2 RW 12, Kelurahan Menjahlega, Kecamatan Rancahsari, Kota Bandung. JJ diduga anggota JAD Bandung, terkait kelompok WBN, dan ikut merencanakan amaliah di wilayah Jabar.

Lalu Densus menangkap AAS di Jalan Purwakarta, Kelurahan Antapani Kidul, Kota Bandung. AAS diduga terlibat kelompok JAD Bandung, terkait kelompok WBN, mencari dana dengan meminjam uang di bank namun tidak dibayar untuk merencanakan amaliah di Jabar.

Pada Senin (14/10/2019) malam, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri membekuk Ad di sebuah kontrakan di Jalan Manjahlega, Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Dari kontrakan terduga teroris Ad, Densus 88 membawa sejumlah barang termasuk satu pucuk senjata api. Ad yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan gorengan pisang nugget itu, diduga kuat anggota JAD Bandung.

Saat bersamaan, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri juga membekuk terduga teroris LT di Kabupaten Cirebon. LT diduga kuat anggota JAD Cirebon.



(eyt)

loading...