alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bassist Boomerang, Henry Dituntut Hukuman 2 Tahun Penjara

Lukman Hakim
Bassist Boomerang, Henry Dituntut Hukuman 2 Tahun Penjara
Hubert Henry Limahelu usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA - Hubert Henry Limahelu dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya dituntut pidana selama dua tahun penjara.

Bassist grup band Boomerang itu pasal 127 ayat 1 UU No. 35/2009 tentang Narkotika. "Terdakwa dinyatakan bersalah secara tanpa hak ataumelawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadiperantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1. Menuntutterdakwa dengan hukuman penjara selama dua tahun dikurangi masa tahanan yangsudah dijalani dengan perintah tetap ditahan," ujar JPU Ali Prakosa saat membacakan surat tuntutan di PNSurabaya, Jalan Arjuna, Senin (21/10/2019).

Menanggapi tuntutan tersebut, kuasa hukum Henry RobertMantinia mengaku akan menyiapkan materi pembelaan atas tuntutan jaksa. Pihaknyaakan menyampaikan fakta-fakta dan bukti yang mampu meringankan hukum ataskliennya tersebut. "Nanti (pledoi) akan kami bacakan pada sidang pekandepan," katanya.



Sementara itu, usai sidang, Henry menyatakan tuntutan JPUtersebut wajar. Namun begitu, dirinya tetap optimistis hukuman akan lebihringan. Ini karena dua tahun itu hanya sebatas tuntutan JPU, bukan putusan majelis hakim. "Saya cukup terima (tuntutan) itu, tapi kan belum putusan. Saya sendiri siap menjalani hukuman pada putusan nanti," ujarnya.

Diketahui, terdakwa Henry membeli dua paket narkotikajenis ganja kepada saksi Micahel Amos (berkas terpisah) dengan harga Rp400 ribu. Ganja itu kemudian di serahkan Michael Amos kerumah terdakwa. Namun, keesokan harinya petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya menangkap terdakwa saat tidur di rumahnya. Dari penggeledah ditemukan barang bukti berupadua paket ganja dengan berat kotor 6,70 gram beserta satu kertas papper yang ditemukan diatas genteng rumah terdakwa Henry.



(eyt)

loading...