alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ini Modus Transaksi Ratusan Ribu Pil Koplo Berlabel Vitamin B1

Tritus Julan
Ini Modus Transaksi Ratusan Ribu Pil Koplo Berlabel Vitamin B1
Ratusan butir pil dobel L berlabel vitamin B1 yang diamankan jajaran Satreskoba Polres Mojokerto. Foto/SINDOnews/Tritus Julan

MOJOKERTO - Satreskoba Polres Mojokerto, berhasil membongkar peredaran pil koplo. Tidak main-main, sebanyak 527 ribu butir pil dobel L berlabel vitamin B1 berhasil disita.   

(Baca juga: Dikendalikan Dari Lapas Madiun, 527 Ribu Pil Koplo Disita Polisi)

Ratusan ribu obat terlarang itu disita dari Arif Safi'i (33), seorang pengedar asal Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.



Kepada penyidik kepolisian, Arif mengatakan, obat terlarang itu dipasok oleh seseorang yang dikendalikan dari Lapas Klas I Madiun. Ia mengaku hanya berperan sebagai pengedar di wilayah Kabupaten Mojokerto dan sekitarnya.

"Saya dapat barangnya dari teman. Barang itu (pil koplo) diantar ke rumah dengan mengunakan mobil pribadi dari Lapas. Saya tinggal mengedarkan saja," ujar Arif saat ditanya petugas dalam konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Selasa (22/10/2019).

Arif mengaku belum lama menjadi pengedar pil double L. Sebelum ia dicokok petugas pada Minggu (20/10) pagi saat tidur di rumahnya. Ketika itu, ia baru saja menerima 527 ribu butir pil  koplo yang dikemas dalam 527 paket dan disimpan dalam 6 kardus. Masing-masing paket berisi 1000 butir.

"Saya baru empat bulan menjadi pengedar. Peredarannya di wilayah Mojokerto dan daerah sekitar. Setiap paket saya dapat keuntungan Rp300 ribu," terang Arif.

Diakui Arif, terdapat label vitamin B1 pada setiap paket pil double L yang diterimanya. Namun, ia mengaku tak mengetahui soal pemasangan label tersebut. Arif berdalih, label vitamin B1 sudah tertempel pada setiap paket obat terlarang yang ia terima.

"Itu dari sana, saya tidak tau kalau masalah lebel. Saya terima sudah seperti itu," papar Arif sembari menundukan kepala.

Sementara itu, Kasatnarkoba Polres Mojokerto AKP Yogie Andri Kristanto menuturkan, pihaknya masih mendalami terkait dengan peredaran obat terlarang yang dilakukan Arif. Termasuk sasaran peredaran dan bandar besar pengendali.

"Hasil sementara, untuk sasaran peredaran, ini untuk masyarakat umum dan pelajar. Sedangkan terkait logo obat vitamin B1, itu memang digunakan pelaku untuk mengelabuhi petugas," katanya.

Akibat perbuatannya, Arif bakal dijerat dengan pasal 196 junto pasal 98 ayat 2 UU No. 36/2009 tentang kesehatan. Pemuda pengangguran ini terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Sebelumnya, Polres Mojokerto kembali mengungkap peredaran obat terlarang yang dikendalikan melalui jaringan Lapas. Sebanyak 527 ribu butir pil dobel L berlabel Vitamin B1 berhasil disita.

Ratusan ribu obat terlarang itu diamankan polisi dari Arif Safi'i (33), asal Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Arif disergap polisi di rumahnya usai menerima pasokan pil double L pada Minggu, (20/10/2019).

Selain itu, polisi juga menyita satu kardus berisi 19 bendel bungkus pengawet, 4 bendel kemasan vitamin B1, serta sebuah handphone. Diduga, bungkus tersebut bakal digunakan pelaku guna mengemas obat terlarang tersebut sebelum diedarkan ke para pembeli.



(eyt)

loading...