alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kader Muda NU Ini Dorong HSN Jadi Hari Libur Nasional

Ali Masduki
Kader Muda NU Ini Dorong HSN Jadi Hari Libur Nasional
Dokter Sukma mendorong Hari Santri Nasional ditetapkan sebagai hari libur nasional.Foto/Ali Masduki

SURABAYA - Sejak 2015, setiap 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Penetapan  itu melalui Keputusan Presiden (Kepres) No. 22 Tahun 2015. Tahun ini adalah tahun ke-5 HSN diperingati.

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Surabaya, Sukma Sahadewa, mengaku bersyukur atas penetapan HSN. Sebab, hal itu bentuk pengakuan pemerintah terhadap peran santri dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

"Penetapan Hari Santri Nasional sebagai Hari Besar Nasional patut kita syukuri. Sebab ini bentuk pengakuan pemerintah terhadap peran santri dalam kemerdekaan. Namun saya mendorong ke depan Hari Santri ini bisa menjadi Hari libur nasional sebagaimana Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei," tutur pria yang akrab disapa Dokter Sukma, Selasa (22/10/2019).



Kader muda NU penggagas program Bakti Shubuh ini mengungkapkan, dengan menjadi hari libur nasional maka para santri dan alumni santri bisa ikut merayakan Hari Santri Nasional. Sebab, banyak diantara mereka yang tidak bisa merayakan karena harus masuk kerja atau kuliah.

Dirinya berharap para santri, alumni santri hingga masyarakat umum bisa merayakan hari santri dengan kegiatan yang bermanfaat tanpa terhalang pekerjaan. Dengan begitu hari santri bisa dirayakan dengan suka cita.

"Dengan menjadi hari libur nasional, maka para santri dan masyarakat bisa ikut merayakan peringatan Hari Santri. Tentunya ini juga bentuk penghargaan kepada para santri atas jasa mereka pada negeri ini," urai Sukma.

Kandidat calon kepala daerah di Pilkada Kabupaten Kediri 2020 ini juga berharap pemerintah memasukkan materi tentang resolusi jihad ke dalam kurikulum pelajaran di sekolah. Hal ini bukan saja untuk meluruskan sejarah tapi sekaligus agar para siswa sebagai generasi penerus mengetahui sejarah bangsa.

Sukma mengingatkan, tanpa resolusi jihad maka tak akan ada peristiwa 10 Nopember yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Karena itu, antara resolusi jihad dan hari pahlawan tak bisa dipisahkan.

"Para santri berbondong-bondong terjun ke medan perang karena adanya resolusi jihad yang dimaklumatkan oleh KH. Hasyim Asy'ari. Karena itu, fakta sejarah yersebut harus diungkap lewat buku sejarah yang diajarkan di sekolah maupun madrasah," pungkas pria kelahiran Pare, Kediri tersebut.



(msd)

loading...