alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hari Santri, Ansor Kesamben Gelar Upacara di Pinggir Sungai Brantas

Lukman Hakim
Hari Santri, Ansor Kesamben Gelar Upacara di Pinggir Sungai Brantas
Memperingati Hari Santri, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kesamben menggelar upacara di pinggir Sungai Brantas. Tepatnya di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Jombang.Foto/ist

SURABAYA - Momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2019 ini diperingati oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kesamben dengan upacara di pinggir Sungai Brantas. Tepatnya di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Jombang.

Upacara ini digelar sekitar pukul 16.00 WIB. Upacara yang digagas oleh PAC GP Ansor ini diikuti sejumlah warga sekitar. Karena bernuansa Santri, maka pakaian yang digunakan juga ala santri. Dalam upacara ini, peserta mengenakan pakaian bebas namun tetap bersarung lengkap dengan kopyah hitam.

Namun demikian, upacara tetap berjalan khitmad. Mulai dari pengibaran bendera merah putih, pembacaan Pancasila, Ikrar Santri hingga menyanyikan lagu Subhanul Wathon. Semilir angin Sungai Brantas ini pun bertiup mengiringi perserta yang khitmad dalam hari santri ini.



Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ketua PAC GP Ansor Kesamben Akhmad Toni Syaifuddin dan Pemimpin Upacara adalah Adit yang merupakan Anggota Banser dari Satkoryon Kesamben.

Menurut Toni, dipilihnya lokasi pinggir Sungai Brantas ini, selain unik dan pertama kali digelar, Sungai Brantas ini sangat bersejarah. Pasalnya, sungai ini dahulu kala merupakan jalur lalu lintas masyarakat. Terlebih lagi, di era kerajaan baik kerajaan airlangga hingga majapahit.

"Dengan demikian, sebagai santri tidak boleh melupakan sejarah. Sungai Brantas ini membelah kabupaten Jombang dan saat ini banyak digunakan sebagai kebutuhan air bagi warga Jombang," kata Toni, Selasa (22/10/2019).

Selain itu, pesan tersirat yang disampaikan dalam momentum ini adalah para santri juga harus memiliki kepedulian terhadap kebersihan sungai. Yakni dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.

Toni juga mengatakan, pentingan ceremonial upacara hari santri ini juga untuk mengenang para pejuang kemerdekaan. Khususnya, dalam momentum ini adalah lahirnya resolusi jihad pada tanggal 22 oktober 1945 yang dicetuskan oleh Hadaratusy Syaikh KH Hasyim 'Asy'ari. Dengan resolusi jihad ini membakar semangat bangsa Indonesia hingga pecahnya pertempuran pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya.

"Kami melihat, peran historis itu peran santri dalam menjaga keutuhan NKRI dan peran lara tokoh seperti KH Hasyim 'Asy'ari, KH Ahmad Dahlan, KH Ahmad Hasan, Syech Ahmad Suropati, Kiai Mas Abdurrahman, Bung Tomo dan masih banyak lagi pejuang-pejuang santri yang tak terhitung jumlahnya. Mereka telah memberikan kontribhsi besar dalam menjaga keutuhan dan kesatuan republik ini," jelas Toni.

Refleksi hari santri ini dimaksudkan agar para santri dapat meneladani semangat jihad keindonesiaaan para pendahulu. Tak hanya itu, semangat kebangsaan, semangat cinta tanah air dan semangat rela berkorban demi bangsa dan negera harus membekas di benak para santri.

"Saya berharap kepada para santri masa kita dan masa depan. Baik yang di Pesantren maupun yang di luar pesantren dan seluruh anak bangsa ini dapat memperkuat jiwa religius keIslama dan sekaligus jiwa nasionalisme kebangsaan," tambahnya.

Setelah prosesi upacara selesai, dilanjutkan dengan acara Makan bersama atau dalam tradisi santri disebut mayoran. Para peserta dan tamu undangan makan bersama dengan menu Iwak Kali yang merupakan hasil tangkapan dari Sungai Brantas



(msd)

loading...