alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Semua Pelaku Pembunuhan Bangkit Sudah Diamankan Polisi

Lukman Hakim
Semua Pelaku Pembunuhan Bangkit Sudah Diamankan Polisi

SURABAYA - Setelah sempat buron, Mohammad Imron Rusyadi (20) dan Alank Resky Pradana (27), tersangka pembunuhan Bangkit Maknutu Dunirat (30) akhirnya berhasil ditangkap Polrestabes Surabaya.

Kedua tersangka pembunuhan warga Jalan Asrikaton, Kelurahan Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu ditangkap di dua lokasi berbeda.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata mengatakan, tersangka Alank ditangkap di Sidoarjo pada Ju’mat (18/10/2019). Sedangkan Imron ditangkap di Sleman pada Sabtu (19/10/2019) atau sehari setelah penangkapan Alank.



Kedua tersangka melarikan diri lantaran ketakutan berurusan dengan hukum. Dengan tertangkapnya dua tersangka tersebut, maka jumlah total tersangka dalam kasus pembunuhan itu genap berjumlah enam orang. “Semua tersangka sudah kami tangkap dan tidak ada tersangka lain dalam kasus ini,” katanya di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (22/10/2019).

Sebelumnya, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap empat dari enam pelaku pembunuhan Bangkit. Bangkit ditemukan tewas di Sungai Watu Ondo, bawah Jembatan Cangar I, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Keempat pelaku pembunuh Bangkit yang tertangkap itu adalah, Bambang Irawan (27), Rulin Rahayu Ningsih (32), Jalan Magersari, Sidoarjo, Kresna Bayu Firmansyah (22) warga Jalan Nyamplungan, Semampir, Surabaya dan M. Rizaldy Firmansyah (19) Jalan Dinoyo, Surabaya. Para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP subside Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 328 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP.

Sementara itu, menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, antara tersangka Rulin dengan korban, Bangkit pernah memiliki hubungan khusus. Diketahui keduanya berpacaran sejak 2015 hingga 2017.

Selama menjalin berpacaran, Rulin merasa ditipu oleh korban terkait jual beli mobil. Hingga pada akhirnya Rulin sering didatangi debt collector karena tunggakan pembayaran mobil yang tidak terselesaikan.
 
Pada September 2017, Rulin dan tersangka lain, Bambang mendatangi rumah Bangkit di Sumenep. Tujuannya, untuk menyelesaikan masalah cicilan mobil. Namun keduanya justru diusir Bangkit. Lalu pada bulan Desember 2017, Rulin dan Bambang menikah. Setelah menikah, Bambang  mengetahui bahwa Rulin masih membayar tagihan pembelian mobil oleh Bangkit. “Hal itu membuat Bambang emosi,” kata Barung
 
Pada Senin (14/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, Rulin mengetahui Bangkit berada di kantor dealer mobil di Jalan Ahmad Yani Surabaya. Rulin lantas menghubungi  Bambang. Pada pukul 16.00 WIB, Rulin mengajak Bangkit mengobrol. Namun karena Bangkit hendak pulang, Rulin meminta pihak keamanan mengamankan korban perihal penyelesaian masalah cicilan.
 
Pada pukul 16.30 WIB, Bambang datang bersama tiga orang temannya, yakni Bayu, Alank dan Imron. Saat itu sempat terjadi cekcok antara para tersangka dengan korban. Korban lalu dipaksa masuk mobil milik Bambang. Korban akhirnya berada di mobil bersama para tersangka.

Sekitar pukul 16.40 WIB, mobil tersebut menabrak Honda Brio. Karena korban hendak melarikan diri, para tersangka meneriaki korban “maling” dan akhirnya massa mengerumuni korban.
 
Korban kemudian dibawa masuk lagi ke dalam mobil dan dibawa ke dealer sebelumnya. Kemudian datang Rizaldy dan dia ikut bergabung ke dalam mobil Bambang. Kemudian korban dibawa keluar dari dealer dan dibawa arah Cangar.

Selama perjalanan, korban dipukul secara bergantian. Sekitar pukul 21.00 WIB tiba di Jembatan Cangar, Batu. Bambang bersama empat orang temannya menarik korban keluar mobil. Bambang sempat membenturkan kepala korban ke besi penghalang. “Bambang juga mendorong korban ke besi penghalang jembatan hingga korban terjerumus ke jurang,” tandas Barung.



(msd)

loading...