alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kelabui Polisi, Sabu 4,87 Kg Dikemas Bungkus Teh Hijau

Yuswantoro
Kelabui Polisi, Sabu 4,87 Kg Dikemas Bungkus Teh Hijau
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban memeriksa barang bukti 4,87 kg sabu yang dikemas dalam bungkus teh hijau. Foto/Humas Polres Lumajang

LUMAJANG - Hanif Rohman (27), warga Dusun Krajan, Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, sangat cerdik dalam mengelabui petugas kepolisian.

(Baca juga: Air Mata 'Komandan Tim Cobra' Menitik di Lereng Semeru, Ada Apa?)

Pemuda pengedar narkoba jenis sabu, jaringan Sokobanah, Kabupaten Sampang, tersebut, menyimpan sabu seberat 4,87 kilogram (Kg) di dalam tas koper. Sabu tersebut dibagi dalam lima plastik kemasan bertuliskan teh hijau.



Menurut Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, empat plastik sabu masing-masing berisikan 1.04 Kg sabu. Sementara satu plastik lagi berisi 0,66 Kg sabu, dan kondisi plastiknya sudah rusak.

"Segala upaya dihalalkan oleh para kurir dan bandar narkoba untuk dapat lolos dari pemeriksaan petugas. Meski sudah semakin diperketat, namun para tersangka tidak kehabisan akal untuk menyelundupkan barang haram tersebut," ujarnya.

"Di Lumajang sendiri, narkoba jenis sabu seberat 4,87 Kg diselundupkan dengan cara  melapisi narkoba jenis sabu tersebut dengan bungkus teh hijau, yang kemudian disusun dalam sebuah koper. Upaya tersebut dilakukan untuk mengelabuhi pemeriksaan petugas," imbuh Arsal.

Tetapi upaya tersebut tidak dapat mengelabuhi Tim Cobra Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang. Para "Cobra" mampu mengendus niat jahat pelaku, dan berhasil membongkarnya.

Peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di Indonesia, menurut Arsal, saat ini sudah mencapai taraf yang sangat mengkhawatirkan. Tidak terhitung lagi banyaknya jumlah korban yang jatuh, terutama di kalangan anak-anak muda.

Lebih lanjut dia mengatakan, invasi barang haram tersebut begitu masif, menerobos semua kalangan. Mulai dari level tukang becak, hingga sekelas pejabat elit pun tak berkutik.

Semakin ketatnya pengawasan terhadap peredaran narkoba, membuat para kurir dan sang bandar kerja keras memutar otak untuk menyelundupkan narkoba. Alhasil, para pelaku melakukan segala cara agar dapat membawa dan menyukseskan misi mereka menyelundupkan serta mengedarkan narkoba.

Kasat Reserse Narkoba Polres Lumajang, AKP Ernowo menjelaskan, pelaku melanggar pasal 114 ayat 1 subider pasal 112 ayat 1 UU No. 35/2009. "Pelaku terancam penjara paling lama 20 tahun, dan denda paling banyak Rp8 miliar, karena memang terbukti menyimpan, mengedarkan dan juga menggunakan narkotika tersebut," pungkas Ernowo.



(eyt)

loading...