alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

'Lumajang Membara' Jadi Catatan Sejarah di Hari Pahlawan

Yuswantoro
Lumajang Membara Jadi Catatan Sejarah di Hari Pahlawan
Salah satu adegang dalam film Lumajang Membara yang dibintangi Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban. Foto/Humas Polres Lumajang

LUMAJANG - Hari pahlawan di Kabupaten Lumajang, diperingati oleh Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, dengan menggelar nonton bareng film "Lumajang Membara".

Film yang dibintangi Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban ini, menceritakan aksi heroik Iptu Jama'ari dalam memperjuangkan kemerdekaan di Lumajang.

Pemutaran perdana film yang menceritakan sejarah pertempuran di wilayah Lumajang tersebut, digelar di Mopic Cinema. Peminatnya sangat luar biasa, ada  menarik banyak penonton, ada sekitar 250 penonton yang sangat antusias menantikan film tersebut. Bahkan ada juga penonton yang datang dari Probolinggo, dan Jember.



Pemutaran film "Lumajang Membara" juga dihadiri oleh Bupati, dan Wakil Bupati Lumajang, sebagai wujud mengenang para pahlawan yang gugur karena mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Film ini saya persembahkan untuk para pahlawan yang telah berjasa merebut kemerdekaan Indonesia, dari tangan penjajah. Tanpa mereka, kita tidak akan dapat seperti saat ini," tegas Arsal.

"Dengan penayangan film ini, saya harap masyarakat Lumajang, bisa mengenal dan mengenang jasa-jasa para pahlawan yang mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan Indonesia. Untuk mengenang Iptu Jama'ari, telah dibuatkan tugu di Desa Tumpeng. Setiap tahun kami dari Polres Lumajang selalu ziarah ke tugu tersebut untuk mendoakan arwah Iptu Jama'ari dan para pahlawan lainnya yang ada di Lumajang," imbuhnya.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengaku merasa terharu melihat film ini, karena dengan penayangan film ini sangat bermakna bagi masyarakat Lumajang. Kenapa bisa demikian? karena dengan diangkatnya cerita perjuangan ini, generasi masa kini bisa meneladani jasa-jasa para pahlawan.

"Meneladani jasa para pahlawan itu bisa dilakukan dengan mengisi masa kemerdekaan ini, dengan nilai-nilai yang positif," ungkap cak Thoriq sapaan khas Bupati Lumajang.

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati pun turut mengungkapkan kekagumannya terhadap nilai-nilai kepahlawanan yang dipersembahkan melalui film tersebut.

"Saya berharap banyak generasi muda yang tidak melupakan jasa para pahlawan yang sudah susah payah memerdekakan Indonesia. Saya berterima kasih juga kepada Kapolres Lumajang yang telah menghidupkan kembali nama pahlawan dari Lumajang, dan mengangkatnya ke dalam film yang dapat menjadi pembelajaran tentang sejarah kepahlawanan di Lumajang," pungkas ibu Indah.

Lumajang Membara Jadi Catatan Sejarah di Hari Pahlawan

Iptu Jama'ari adalah seorang anggota pasukan Mobile Brigade (Mobrig) yang sekarang lebih dikenal dengan Brigade Mobil (Brimob) Polri. Jam'ari, berusaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sehingga harus gugur bersama beberapa orang anggotanya di medan pertempuran, yang lokasinya kini didirikan Monumen Perjuangan Desa Tumpeng, Kabupaten Lumajang.

Pada 13 November 1947, Iptu Jam'ari bersama dengan 18 anggotanya, terlibat pertempuran sengit mempertahankan kemerdekaan Indonesia, melawan penjajah Belanda di sekitaran Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Pertempuran tidak seimbang tersebut, mendesak Jama'ari dan pasukannya hingga kehabisan peluru. Namun api kemerdekaan masih tetap berkobar di hati dan jiwa para pejuang Indonesia tersebut. Bersenjatakan parang serta sangkur yang mereka bawa, para pejuang bertempur habis-habisan tanpa memikirkan desingan peluru yang mengarah pada mereka.

Sempat menghambisi 10 orang musuh dengan parangnya, akhirnya Iptu Jama'ari pun harus roboh setelah dadanya diterjang oleh peluru lawan. Dia gugur bersama 17 pejuang lain di medan pertempuran.

Jasad Iptu Jama'ari dirusak dan dibuang ke parit di pertigaan Desa Tumpeng, yang kini telah berdiri tugu Perjuangan Polri untuk mengenang jasa para pahlawan yang dengan gigihnya mempertahankan kemerdekaan.

20 orang pejuang yang lain berhasil ditangkap dan ditahan oleh pihak Belanda, sedangkan sisanya berhasil melarikan diri ke arah Desa Pasrujambe, untuk selanjutnya kembali bergerilya di tempat tersebut.

Ini Trailer Film "Lumajang Membara":