alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Air Jamasan Gong Pradah Blitar Dipercaya Bikin Awet Muda

Solichan Arif
Air Jamasan Gong Pradah Blitar Dipercaya Bikin Awet Muda
Bupati Blitar, Rijanto menyiramkan air bekas jamasan pusaka Gong Kiai Pradah yang masih dipercayai sebagian besar orang memiliki tuah. Foto/SINDOnews/Solichan Arif

BLITAR - Ribuan orang datang ke Lodoyo, mereka masih meyakini air bekas jamasan (mandi) pusaka Gong Kiai Pradah di Lodoyo, Kabupaten Blitar, mengandung tuah.

Tangan-tangan ribuan orang yang datang, terus melambai-lambai sembari meneriakkan air saat Bupati Blitar, Rijanto menabuh Gong Kiai Pradah yang selesai dijamas.

Di setiap gema tabuhan, terdengar suara pertanyaan, "Sae nopo awon (Bagus atau buruk)?", yang langsung dijawab koor, bagus.



Upacara siraman pusaka pada Senin (11/11/2019) itu seperti acara konser musik. Dengan berdesak desakan massa terus mengacung acungkan botol dan gelas mineral kosong ke udara.

Salah satunya Jaipah (55), warga Desa Bacem, Kecamatan Selopuro. Teriakan koor meminta air terus menggema dengan seluruh pandangan massa terarah ke atas menara.

Dari atas menara tempat gong Kiai Pradah dimandikan, sejumlah orang berkalung pita hitam bertuliskan "Panitia" menjawab teriakan itu dengan menyiramkan air bekas jamasan ke bawah.

Air Jamasan Gong Pradah Blitar Dipercaya Bikin Awet Muda

Selain Bupati Blitar, Rijanto, di atas menara setinggi lebih dari 20 meter itu terlihat juga Wabup Blitar, Marheinis Urip Widodo; Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto; Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Blitar, Santoso; Kapolres Blitar dan lainnya.  

Jaipah, warga Desa Bacem itu beruntung. Mungkin karena kenal, salah seorang panitia bernama Slamet memberinya air jamasan dalam gelas mineral.

Air yang berwarna keruh karena bercampur bunga tujuh rupa, enjet (kapur) dan karat Gong Pradah, kata Jaipah akan ia teguk sedikit. Lalu sisanya akan ia bawa pulang untuk dibagikan kepada anggota keluarga di rumah.

"Diminum sedikit, sisanya dibawa pulang," kata Jaipah kepada Sindonews.com Senin (11/11/2019). Sisa air yang debitnya tidak banyak itu rencananya akan Jaipah balurkan ke sekujur tubuh.

Ia mempercayai air jamasan yang meresap ke dalam pori-pori akan menyembuhkan berbagai penyakit dalam tubuh. Karena alasan tuah itu juga Jaipah mengaku tidak pernah absen di setiap acara siraman Gong Kiai Pradah.

Antara tempat tinggal dan lokasi yang berjarak sekitar 15 kilometer bagi Jaipah bukan halangan. "Saya tiap tahun selalu hadir," tandasnya.

Air Jamasan Gong Pradah Blitar Dipercaya Bikin Awet Muda

Hal senada diungkapkan oleh Suyati warga Blitar selatan. Jauh jauh datang ke Lodoyo sejak pagi, Suyati dan suaminya mengaku hanya untuk berburu air jamasan Gong Mbah Pradah.

Selain itu mereka menganggap kedatangannya seperti halnya berwisata. "Buat tombo (obat), keju linu (pegal linu). Selain itu ya itung itung piknik," katanya.

Pemkab Blitar secara rutin menggelar ritual upacara siraman Gong Kiai Pradah Lodoyo di setiap bulan Maulud, yakni bersamaan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Acara kebudayaan ini dalam rangka mengenang sejarah masuknya kekuasaan Kerajaan Mataram Islam di wilayah Kabupaten Blitar sebelah selatan.

Menurut Bupati Blitar Rijanto, upacara siraman Gong Kiai Pradah sudah diakui Pemerintah Pusat sebagai warisan budaya bukan benda. Di sisi lain juga menjadi bagian agenda rutin wisata kebudayaan di Kabupaten Blitar.

"Dan sudah menjadi tugas kita semua terutama warga Kabupaten Blitar untuk meleatarikannya," ujar Rijanto, menambahkan kegiatan yang berjalan menghidupkan ekonomi kerakyatan masyarakat sekitar.



(eyt)

loading...