alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hindari Kecemburuan Sosial, Kapolri Larang Anggota Tampil Hedonis

Koran Sindo
Hindari Kecemburuan Sosial, Kapolri Larang Anggota Tampil Hedonis
Kapolri Jenderal Idham Azis.Foto/dok

JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis, melarang seluruh anggota kepolisian mengumbar gaya hidup bermewah-mewahan alias hedonis. Banyak kalangan mendukung gebrakan ini karena mampu melekatkan polisi dengan masyarakat. Namun, sebagian meragukan sanksi tegas bagi pelanggarnya.

Merujuk telegram rahasia dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) yang diteken 15 November 2019, larangan tampil bermewah-mewahan juga berlaku di media sosial (medsos). Tak hanya bagi polisi, aturan ini juga diberlakukan kepada anggota keluarganya.

Terobosan yang dibuat Jenderal Idham tersebut banyak mendapat respons positif karena sebagian anggota polisi saat ini dinilai hidup tak wajar. Dengan gaji dari negara, anggota polisi sejatinya tidak bisa hidup mewah. Kenyataan di lapangan, banyak anggota justru tampil bak selebritas atau pengusaha. Mereka memiliki rumah mewah, mobil mahal, pakaian, sepatu, dan arloji bermerek terkenal.



Gambaran ini seperti diungkapkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Terlihat antara lain saat kasus bom di Jalan MH Thamrin Jakarta awal 2016 lalu. Kala itu, publik bisa melihat dengan jelas ada sejumlah polisi yang memakai sepatu bermerek saat tembak menembak dengan teroris.

Neta meragukan polisi bisa membeli sepatu bermerek terkenal itu dengan gaji yang mereka terima. Lebih-lebih jika dilihat dari struktur penggajian, pendapatan mereka di bawah buruh pabrik di Bekasi. “Melihat kenyataan gaya hidup sejumlah anggota Polri itu patut saja publik berpikiran negatif dan menduga hal-hal yang negatif pada anggota Polri,” nilainya.

Tak cukup membuat aturan, Neta justru mendorong Propam berani mendata dan mengungkapkan siapa saja anggota Polri yang tidak bergaya hidup sederhana dan selalu memamerkan kekayaan ke publik.

Ini penting karena cukup banyak anggota keluarga Polri, terutama para istri jenderal, yang suka pamer kekayaan dengan memperlihatkan barang-barang supermahal. “Beranikah TR (telegram rahasia) itu menindak istri-istri jenderal yang kerap bergaya hidup glamor dengan barang-barang branded berharga supermahal?” Neta menantang.



(msd)

loading...