alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sampai Kapan Pengemudi Mabuk Dibiarkan Memakan Korban?

Nuriwan Trihendrawan
Sampai Kapan Pengemudi Mabuk Dibiarkan Memakan Korban?
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA - Insiden tabrak lari yang memakan korban pengendara skuter listrik di area Gelora Bung Karno, Jakarta, kembali menyadarkan bahayanya mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat terlarang.

Kasus ini adalah kasus yang kesekian kali terjadi di Jakarta. Sebagaimana diberitakan, Minggu (10/10/2019) dini hari lalu, telah terjadi kecelakaan yang menewaskan dua orang pengendara Grabwheels dan mencederai empat orang lainnya.

Dalam pemeriksaan polisi terungkap bahwa tersangka pengemudi, DH, mengendarai mobil yang melaju kencang dalam pengaruh alkohol. Menurut korban yang selamat DH sama sekali tidak berusaha menolong korban, melainkan langsung tancap gas melarikan diri.



Fajar Wicaksono, salah satu korban yang selamat menyebut pelaku memberikan keterangan bohong kepada polisi. Menurutnya, pelaku tak pernah membantu korban seperti yang disampaikan polisi.

“Enggak benar keterangan dia (pelaku) yang bilang sempat berhenti dan bantu korban. Sama sekali enggak ada yang turun,” kata pemuda yang akrab disapa Ajay ini.

Ajay menjelaskan, pelaku bahkan tidak menghentikan mobilnya walau ada korban yang tersangkut di kap mobilnya. Tersangka hanya melambatkan mobil dan membiarkan tubuh Bagus, salah seorang korban, jatuh dengan sendirinya sebelum akhirnya tancap gas kembali.

Soal DH sempat berhenti dan menolong korban juga dibantah oleh salah satu korban selamat bernama Wulan. Menurut dia, DH memang sempat berhenti tapi hanya untuk menurunkan tubuh salah satu korban yang sempat tersangkut di atas kap mesin mobil.

Fakta bahwa tersangka DH mengemudi di bawah pengaruh alkohol disampaikan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar. Hal ini diketahui usai polisi memeriksa urin DH.

“Kalau dari pemeriksaan urin, tidak dinyatakan positif narkoba. Tapi memang dia (mengendarai mobil) dipengaruhi alkohol,” ungkap Fahri.

Belum lama ini warga Jakarta dikagetkan dengan insiden mobil yang menabrak Apotek Senopati yang juga terjadi pada Minggu dini hari di bulan Oktober lalu.

Walau polisi telah menyatakan bahwa pelaku negatif alkohol dan narkoba namun saksi yang bersama pelaku dalam satu mobil menyatakan bahwa mereka baru pulang dari sebuah bar di kawasan Gunawarman. Tersangka penabrak Apotek Senopati, dengan DH adalah PKH ditahan oleh kepolisian.

Sampai Kapan Pengemudi Mabuk Dibiarkan Memakan Korban?

Progres penyidikan akhirnya Polisi telah menetapkan DH sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang menewaskan 2 pengguna GrabWheels.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono memastikan DH saat ini telah ditahan. "Terhadap yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka dan tadi saya tanyakan (ke Kasubdit Gakkum) sudah dilakukan penahanan terhadap pelakunya," kata Irjen Gatot Eddy Pramono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (18/11/2019).

Penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. Polisi telah memeriksa saksi-saksi terkait kasus kecelakaan yang menewaskan dua pengguna skuter listrik itu. "Tadi pagi dari jam 08.00-11.30 WIB dari Subdit Gakkum sudah melakukan gelar perkara dan sudah periksa 8 saksi dan kumpulkan barbuk di lapangan," kata Gatot.

Menurut Gatot, Polisi saat ini masih melakukan pemberkasan. Tersangka dijerat dengan Pasal 311 UU No 22 Tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Hasil gelar perkara pengendara terbukti melanggar Pasal 311 UU. Polisi sudah memeriksa saksi dan dari hasil pemeriksaan pelaku mengandung alkohol.

"Setelah gelar perkara ditetapkan tersangka dan ditahan terhadap tersangka. Hukumannya di atas 5 tahun ya," pungkas Kapolda.



(nth)

loading...
Berita Terkait