alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BPJS Nunggak, Rumah Sakit Terbaik Dunia di Tulungagung Utang Bank

Solichan Arif
BPJS Nunggak, Rumah Sakit Terbaik Dunia di Tulungagung Utang Bank
RSUD dr Iskak Tulungagung menjadi salah satu dari enam rumah sakit yang terpaksa menghutang ke bank akibat kekurangan biaya operasional. Foto/Ilustrasi

TULUNGAGUNG - RSUD dr Iskak Tulungagung, menjadi salah satu dari enam rumah sakit yang terpaksa menghutang ke bank, karena kekurangan biaya operasional untuk pelayanan.

Kekurangan biaya operasional tersebut, diakibatkan oleh belum cairnya klaim di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tulungagung. Padahal, belum lama ini RSUD dr Iskak dinobatkan sebagai rumah sakit dengan pelayanan publik terbaik di dunia.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, M. Idar Aries Munandar, skema hutang bank atau supply chain financing (SCF) merupakan solusi yang ditawarkan BPJS kepada rumah sakit agar pelayanan tidak terganggu. SCF  merupakan cara rumah sakit berhutang ke bank dengan menggunakan piutang BPJS sebagai jaminan (garansi).



"Dari enam rumah sakit yang melakukan SCF, salah satunya RSUD dr Iskak Tulungagung," ujar Idar Aries kepada wartawan Senin (18/11/2019). Saat ini klaim atau tunggakan hutang BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung kepada 15 rumah sakit, yakni di wilayah Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, mencapai Rp119 miliar lebih.

Tunggakan itu terhitung mulai bulan Juli 2019. Di luar klaim dari rumah sakit, BPJS Kesehatan juga memiliki tunggakan di Faskes I tingkat puskesmas dan klinik yang  mencapai Rp490 juta lebih. Sementara jumlah total peserta BPJS Kesehatan di wilayah Cabang Tulungagung mencapai 1,3 juta lebih.

Dengan perincian dari Tulungagung sebanyak 597.194 peserta atau masih 53,8 persen, Kabupaten Trenggalek 445.208 peserta atau masih 59,4 persen, dan Pacitan sebanyak 337.454 peserta.      

Menurut Idar Aries, dari 15 rumah sakit yang memiliki piutang ke BPJS Kesehatan, baru enam RS yang melaksanakan skema SCF. Keenam RS itu seluruhnya ada di Kabupaten Tulungagung, termasuk juga RSUD dr Iskak yang belum lama ini dinobatkan sebagai rumah sakit berpelayanan publik terbaik di dunia.

"Untuk yang belum (bekerjasama SCF), silahkan tanya ke rumah sakit bersangkutan," paparnya. Dengan skema SCF, pihak RS tidak perlu mengkhawatirkan bunga bank yang besarnya dibawah 1 persen. Bunga bank bisa ditutup dengan bunga hutang BPJS ke RS yang mencapai 1 persen.

Adapun bank yang ditunjuk dalam skema SCF ini adalah bank pemerintah, yakni diantaranya BRI, BNI, Mandiri dan Syariah Mandiri. "Semuanya bank pemerintah," paparnya.

Dalam kesempatan itu Idar Aries juga mengatakan bahwa keterlambatan pembayaran klaim BPJS merupakan masalah nasional yang ia harapkan bisa segera terselesaikan. Masalah itu salah satunya disebabkan ketidakseimbangan antara penerimaan dengan pengeluaran BPJS.

Idar Aries menganalogikan ketidakseimbangan itu sebagai langit dan bumi. Misalnya dari seluruh peserta yang ada  penerimaan BPJS Kesehatan masih 70,6 persen. Tanpa ada penyesuaian tarif minimal dua tahun sejak BPJS Kesehatan diberlakukan pada tahun 2014, banyak pihak sudah memprediksikan defisit anggaran bakal terjadi.

Karenanya untuk mengatasi itu saat ini pemerintah mulai memberlakukan penyesuaian tarif. "Dan yang terpenting saat ini pelayanan di rumah sakit tetap berjalan lancar," paparnya. Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung Supriyanto sebelumnya mengatakan piutang RSUD dr Iskak ke BPJS Kesehatan mencapai Rp50 miliar.

Kendati demikian Supriyanto memastikan belum cairnya klaim BPJS Kesehatan selama lima bulan tidak menganggu pelayanan rumah sakit. Ia menegaskan keuangan RSUD dr Iskak dalam kondisi sehat sehingga bisa menutup seluruh kebutuhan. "Karena keuangan kita sehat, semua itu tidak menganggu pelayanan," terangnya. 



(eyt)

loading...