alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Janjikan Masuk FK Udayana, Wanita Cantik Ini Tipu Warga Rp400 Juta

Yuswantoro
Janjikan Masuk FK Udayana, Wanita Cantik Ini Tipu Warga Rp400 Juta
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, meminta keterangan tersangka penipuan Rp400 juta. Foto/Humas Polres Lumajang

LUMAJANG - Sungguh malang nasib Hendrik Istatok (42) warga Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, karena jadi korban penipuan wanita cantik.

(Baca juga: Kasun Beri Kesaksian Palsu di Kasus QNet, Ada Apa?)

Hendrik Istatok tertipu hingga Rp400 juta, setelah anaknya dijanjikan oleh seorang wanita cantik bisa masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Udayana) Bali.



Janji itu ternyata hanya tinggal janji saja. Sang anak yang ingin menjadi dokter, ternyata tidak masuk ke FK Udayana. Sementara uang ratusan juta yang diserahkan ke wanita bernama Umariah (31) itu sudah lenyap.

Umariah, warga Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, memang berparas cantik, tetapi pelaku memiliki prilaku yang tidak terpuji.

Antara korban dan pelaku menurut Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, pertama kali bertemu di ruko milik korban pada tahun 2018, saat pelaku akan membeli perlengkapan sehari-hari.

"Saat itu pelaku yang mengetahui anak dari korban barusan lulus SMA, menawarkan jasa pertolongan dan bantuan memasukan anak korban ke FK Udayana. Pelaku pun meyakinkan korban bahwa dirinya adalah alumni dari universitas tersebut, dan memiliki kenalan yang bisa memuluskan niat tersebut," tutur Arsal.

Termakan bujuk rayu pelaku, akhirnya korban pun terperdaya. Pada 29 Maret 2018, korban mengirim sejumlah uang secara bertahap selama satu tahun. Total uang yang sudah duserahkan ke pelaku berjumlah Rp400 juta.

Tapi nyatanya, sampai saat ini anak korban tidak diterima dan tidak terdaftar di FK Udayana. Atas penipuan tersebut, korban pun melaporkan ke Polsek Yosowilangun, dan dilakukan penjemputan paksa terhadap pelaku.

Arsal menghimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan makelar, calo, atau joki yang menjanjikan bisa memasukan ke perguruan tinggi negeri (PTN) dalam bentuk apapun.

"Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, agar tidak mudah percaya kepada para calo, joki ataupun makelar dalam berbagai macam bentuk. Mereka ini bagai penembak di atas kuda yang untung-untungan kalau seandainya korban sampai diterima karena sebenarnya lulus tes, dimana hal tersebut adalah model penipuan yang ada sejak dulu kala. Untuk itu jangan gampang mempercayakan nasib kita kepada para calo," tegasnya.

Lebih lanjut, pria alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 tersebut mengatakan, kasus tersebut dapat semakin luas jika pihak Udayana juga turut melaporkan ke kepolisian.

"Kasus ini juga mengarah ke pencemaran nama baik Udayana. Pelaku dapat menerima kurungan penjara lebih lama, lantaran juga melakukan pencemaran nama baik sebuah institusi pendidikan," ujar perwira menengah Polri yang juga menyandang gelar doktor hukum bisnis ini.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra mengatakan, pelaku terbukti melanggar pasal 378 KUHP. "Dalam kasus ini, sudah sangat jelas pelaku melakukan penipuan yang melanggar pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara empat tahun," tegasnya.



(eyt)

loading...