alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan 10.278 Ekor Benih Lobster

Lukman Hakim
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan 10.278 Ekor Benih Lobster
Polisi menunjukkan barang bukti penyelundupan benih lobster di Mapolda Jatim.Foto/SINDONews/Lukman Hakim

SURABAYA - Polda Jatim berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak 10.278 ekor. Rencananya, benih lobster senilai Rp1,5 miliar itu akan diselundupkan ke Vietnam melalui Singapura.  

Dalam perkara ini, korps bhayangkara tersebut seorang tersangka bernama Dwi Puji Kurniawan alias Wawan, warga Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Sebelumnya, Wawan juga pernah ditahan dan menjalani pidana atas perkara yang sama.  "Sebelum ditangkap, tersangka menyuruh Anggit Handoyo Putro dan Nurcahyo Wijianto, keduanya warga Pacitan, untuk mengirim benih lobster ini ke kawasan Jawa Barat melalui jalan tol," kata Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gideon Arif Setyawan, Senin (2/12/2019).



Namun, kata dia, saat tiba di jalan tol Ngawi, Anggit Handoyo Putro dan Nurcahyo Wijianto yang juga berstatus tersangka, berhasil dicegat oleh petugas. Keduanya tak berkutik saat polisi menggeledah mobil yang dibawanya dan mendapati puluhan ribu benur yang diberi wadah khusus siap antar.

"Setelah (Anggit Handoyo Putro dan Nurcahyo Wijianto) kami tangkap, kita kembangkan ke tersangka lain yakni WW (Wawan). Dari WW ini kami temukan penangkaran benih lobster tersebut," imbuhnya.

Dalam perkara ibu, petugas mengamankan 7.300 ekor benur jenis pasir dan 2.978 ekor benur jenis mutiara.

Di luar negeri, benih ini dihargai sekitar Rp200.000 perekornya. Dalam sebulan, tersangka melakukan pengiriman 4 kali.  Terkait dengan kasus ini, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 86 ayat 1 jo pasal 12 ayat 1 dan/atau pasal 92 jo pasal 26 ayat 1 UU Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sementara itu, Kasie Pengawasan dan Pengendalian Balai KIPM Surabaya 1, Wiwit Supriyono mengatakan, benur dengan ukuran dibawah 200 gram dilarang UU untuk diperjualbelikan. Penyelundupan benur ini, kata dia, melibatkan jaringan internasional."Biasanya, benih-benih ini dibudidayakan di Vietnam. Jalur distribusi (dari Indonesia) biasanya melalui Singapura," terangnya.



(msd)

loading...