alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Munas I HIPDI Berhasil Pilih Ketum Periode 2019-2020 Suprafto

Nuriwan Trihendrawan
Munas I HIPDI Berhasil Pilih Ketum Periode 2019-2020 Suprafto
Suasana Musyawarah Nasional Pertama (I) Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI) yang digelar di Jakarta, Selasa (3/12/2019). Foto/Ist

JAKARTA - Musyawarah Nasional Pertama (I) Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI) yang digelar di Jakarta, Selasa (3/12/2019), berhasil memilih Ketua Umum HIPDI Periode 2019-2020 Suprafto dari Maximus Picture.

Dalam pemilihan yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta tersebut, Suprafto mengantongi 26 suara, mengalahkan calon lain. Yakni Bogi Setiawan Dowo dengan 6 suara dan M Yudha Umari Purba dengan 21 suara. Dengan demikian, Suprafto akan menahkodai HIPDI untuk periode 2019 hingga 2022.

Selain memilih ketua umum, Munas HIPDI I yang dihadiri 58 pengusaha dokumentasi dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut juga menetapkan Ketua DPD DKI Jakarta Rizky Akbar dari Wong Akbar dan Ketua DPD Jabar 1 Indro Kencana dari Studio Kencana.



Suprafto yang akrab disapa Toto menjelaskan, HIPDI merupakan organisasi yang baru terbentuk pada 30 Juli 2019 di Jakarta. Ini adalah sebuah perkumpulan para vendor dokumentasi dalam dunia wedding yang merasa perlu untuk bersama-sama memikirkan/ merumuskan langkah-langkah ataupun kegiatan yang bertujuan untuk memajukan anggotanya dalam semangat persatuan.

Selain itu, juga ingin memformulasikan persaingan usaha yang sehat baik diantara anggotanya maupun di lingkup yang lebih luas yaitu lingkup dunia bisnis pernikahan dan dunia ekonomi kreatif secara lebih luas.

“HIPDI akan mengambil peran menumbuh kembangkan semangat berwira usaha yang lebih profesional untuk para anggota nya dan akan terus mengajak setiap pelaku usaha dokumentasi di Indonesia untuk bergabung bersatu dan maju bersama,” kata Toto.

Menurut Toto, perkembangan dunia fotografi di Indonesia sangat pesat, jauh lebih pesat dibanding Negara lain seperti Singapura, Malaysia bahkan Jepang. Ceruk bisnis fotografi atau dokumentasi. Terutama event wedding yang sedemikian besar membuat Indonesia menjadi incaran para pelaku bisnis fotografi dari luar negeri.

Itu mengapa para pengusaha dokumentasi dalam negeri perlu membentuk wadah untuk menyatukan visi dan misi guna mengantisipasi perkembangan bisnis dokumentasi. Tanpa kebersamaan antar pengusaha dokumentasi, maka bisa jadi peluang bisnis dokumentasi akan dinikmati oleh fotografer asing.

Sebab saat ini saja, jelas Toto, sudah banyak fotografer asing yang melakukan praktik kerjanya di tanah air dengan klien dari luar negeri. Situasi tersebut jika dibiarkan terus tidak hanya mengancam pelaku industry dokumentasi lokal tetapi juga bisa memporakporandakan harga atau tariff jasa dokumentasi di tanah air.

MUNAS HIPDI 1 ini, jelas Indro Kencana dari Studio Kencana yang juga merupakan Ketua DPD Jabar terpilih, mengambil tagline/tema Growth Together as One. Tema tersebut menjadi penting dalam masa pendirian awal HIPDI dengan harapan mampu membangkitkan semangat persatuan sesame anggota.

“Persatuan merupakan pondasi dari sebuah organisasi dan kemajuan bersama. Ini menjadi visi ataupun tujuan dari organisasi HIPDI,” jelas Indro.

Dia yakin hanya dengan persatuan yang eratlah kekuatan dan kemajuan bisnis dokumentasi bisa diraih bersama. Karena dalam persatuan ada semangat kebersamaan ada semangat saling perduli ada semangat saling berbagi kebaikan. Dalam tujuan kemajuan ada semangat berkembang, semangat mau terus belajar dan semangat memberikan yang terbaik untuk lingkungan usaha dan bermuara pada sumbangan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi kepada negara.

MUNAS HIPDI 1 tersebut dihadiri anggota dari Jakarta dan daerah lain di Indonesia seperti Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Kerawang, Bali, semarang, Jogjakarta, dan Banjarmasin.

Ke depan, HIPDI diharapkan dapat terus berkembang memberi sumbangsih positif kepada dunia ekonomi kreatif Indonesia melalui serangkaian program yang telah dirumuskan oleh MUNAS.



(nth)

loading...
Berita Terkait