alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Layani Disabilitas, Grab Kembangkan Program 'Mendobrak Sunyi'

Ali Masduki
Layani Disabilitas, Grab Kembangkan Program Mendobrak Sunyi
Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, bersama dengan Mitra Pengemudi Tuli, Mitra Pengemudi GrabGerak, dan Agen Disabilitas GrabKios. Foto/Ist.

SURABAYA - Hari Disabilitas Internasional, Grab Indonesia, memperkenalkan inisiatif baru di bawah program "Mendobrak Sunyi" yang telah diluncurkan pada September lalu.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen GrabforGood, untuk membuat platform Grab lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua orang.

Grab menambahkan teks terjemahan (subtitles) pada materi video pendaftaran dan pelatihan bagi mitra pengemudi Tuli, dan melatih tim layanan pelanggan Grab dengan kemampuan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dasar.



Hal itu untuk membantu mitra pengemudi Tuli. Grab juga meningkatkan kapasitas GrabKios untuk bisa merangkul lebih banyak lagi mitra dari komunitas disabilitas agar memiliki peluang penghasilan tambahan.

Selain itu, Grab juga memperluas layanan GrabGerak, sebuah layanan transportasi untuk penumpang dengan kebutuhan mobilitas. Untuk melengkapi inisiatif-inisiatif ini, Grab juga menjalin kerja sama dengan

Jangkau, sebuah platform online nirlaba yang mengumpulkan dana untuk membantu memenuhi kebutuhan aksesibilitas manula dan anak-anak yang memerlukan dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan, pihaknya percaya bahwa setiap orang harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan peluang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan mereka.

"Setelah meluncurkan program 'Mendobrak Sunyi' September lalu, kami juga ingin
melayani komunitas disabilitas lain, selain komunitas teman tuli. Hal ini telah membuka mata kami pada kenyataan pahit bahwa terdapat banyak tantangan yang nyata bagi para penyandang disabilitas di Indonesia, untuk mencari peluang mendapatkan penghasilan," katanya, Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, hal itu bukan disebabkan oleh kurangnya upaya atau keinginan mereka untuk menciptakan masa depan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Namun Grab berkomitmen menjadi platform yang inklusif.

"Oleh karena itu kami akan terus berdialog dan berkolaborasi dengan Gerkatin, sebagai mitra asosiasi teman tuli nasional kami selama proses peluncuran yaitu pada September lalu, dan sekarang dengan PPDI dan Jangkau, untuk memahami dan membangun solusi yang dapat melayani kebutuhan para teman tuli dan komunitas disabilitas lainnya dengan lebih baik," ujarnya.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gufroni Sakaril menyampaikan, kurangnya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi merupakan masalah yang masih dihadapi di Indonesia.

Para penyandang disabilitas masih kesulitan dalam memasuki dunia kerja, karena kurangnya materi komunikasi non-verbal untuk penyandang disabilitas sensorik rungu. Juga tidak adanya akses mobilitas yang memadai di banyak fasilitas umum dan transportasi publik, serta terbatasnya kesempatan kerja yang inklusif.

"Kami mengapresiasi Grab yang telah merangkul penyandang disabilitas ke dalam platform mereka dengan berbagai kesempatan bergabung sebagai mitra, dan dengan mendukung upaya kami melalui kampanye donasi di GrabRewards. Kami percaya ini adalah langkah penting bagi Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan toleran," kata dia.

Rudolf P. Nainggolan, Sekretaris Umum Yayasan BTP, yang menjadi badan pengelola Jangkau mengaku senang dan merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Grab untuk program ini.

Kemitraan ini, lanjutnya akan membantunya dalam menyediakan aksesibilitas yang diperlukan dan kebutuhan mobilitas para komunitas penyandang disabilitas di seluruh Indonesia, terutama bagi mereka yang tidak mampu membelinya.

"Kami berterima kasih kepada organisasi seperti Grab yang peduli dengan komunitas penyandang disabilitas dan menemukan cara untuk mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat yang lebih luas," tuturnya.

Sementara itu, Suwarto, mitra pengemudi GrabGerak Yogyakarta mengungkapkan, bahwa dirinya telah menjadi mitra pengemudi GrabGerak selama satu tahun. Selama itu pula ia sangat terinspirasi setiap kali mendapatkan penumpang penyandang disabilitas. Tekat dan semangat disabilitas selalu memotivasinya untuk menjadi orang yang lebih baik dan terus membantu dalam mempermudah kehidupan sehari-hari.

"Sebagai mitra pengemudi GrabGerak, kami telah mengikuti pelatihan tambahan tentang cara membantu penumpang penyandang disabilitas terutama yang menggunakan kursi roda. Saya sangat bangga dapat mempelajari keterampilan-keterampilan tambahan tersebut sebagai pengemudi dan sebagai manusia untuk membantu orang lain yang membutuhkan," tandasnya.

Sebagai catatan, Grab saat ini melayani 224 kota di Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Berdasarkan riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab telah berkontribusi sebesar Rp48,9 triliun terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2018.



(eyt)

loading...