alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Nilai Transaksi Misi Dagang Jatim di Balikpapan Lampaui Target

Lukman Hakim
Nilai Transaksi Misi Dagang Jatim di Balikpapan Lampaui Target
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau salah satu stan dalam kegiatan misi dagang di Grand Ballroom Mahakam, Swiss Bell Hotel, Balikpapan. Foto/Humas Pemprov Jatim

SURABAYA - Pemprov Jatim berhasil membukukan transaksi Rp605 miliar dalam misi dagang di Grand Ballroom Mahakam, Swiss Bell Hotel, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kegiatan ini merupakan upaya dari Pemprov Jatim, untuk mempertemukan para pelaku usaha dari Jatim dan Kaltim, Rabu (4/11/2019).

Misi dagang ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama jajarannya diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jatim dan Kepala Dinas Bina Marga.



"Sampai dengan pukul 16.30 WITA, nilai transaksi mencapai Rp605 miliar. Hal ini diluar ekspektasi dimana pada awalnya kami menargetkan nilai transaksi sebesar Rp500 miliar. Sebelumnya, di tahun 2018, misi dagang Jatim di Kaltim nilai transaksi sebesar Rp373 miliar," kata Khofifah, Rabu (4/12/2019).

Menurut Khofifah, adanya misi dagang, para pelaku dunia usaha dan industri bisa saling berkonsolidasi dan konfirmasi bahwa setiap daerah memiliki keunggulan dan andalan masing masing, khususnya di sektor perdagangan. Dengan adanya misi dagang, lanjutnya, trader dan buyer mengetahui potensi apa saja yang bisa dikerjasamakan.

"Dilihat dari peserta yang mengikuti misi dagang di Kaltim, banyak pengusaha dari Jatim khususnya di bidang konstruksi yang ikut andil di dalamnya. Sebagai contoh pengusaha semen dan baja. Hal ini menunjukkan banyak pengusaha yang mampu membaca market, khususnya dengan dipilihnya Kaltim sebagai calon ibukota negara," imbuh Khofifah.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Aries Agung Paewai menambahkan, misi dagang Jatim ke Kaltim ini merupakan rangkaian kegiatan misi dagang yang keenam dan terakhir di tahun 2019. Sebelumnya telah dilaksanakan di Makassar dengan total nilai transaksi Rp268,8 miliar. Komoditi yang diminati diantaranya lada, beras, cengkeh, bibit bawang putih, kopi, minyak goreng, porang dan Rumput laut.

"Kemudian di Tangerang, dalam rangkaian acara Trade Expo Indonesia (TEI) dengan total nilai transaksi Rp708,8 miliar. Komoditas yang diminati diantaranya bibit bawang putih, kopi arabika, lada putih, kayu manis, benih kentang, cengkeh, telur dan beras," terangnya.

Selanjutnya pada Oktober 2019, diselenggarakan di Mataram dengan nilai transaksi Rp603 miliar. Komoditi yang diminati diantaranya tembakau, bibit bawang putih, kapulaga, bawang merah, bekatul, jagung, porang, dan rumput laut. Dilanjutkan di Surabaya dengan total nilai transaksi Rp658 miliar. "Komoditi yang diminati yaitu diantaranya bibit bawang putih, tembakau, bawang merah, cengkeh, telur, beras, kayu manis dan jagung," jelasnya.



(eyt)

loading...