alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gelar Pelatihan Bisnis, GrabExpress Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

Lukman Hakim
Gelar Pelatihan Bisnis, GrabExpress Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas
Jessica Yamada pemilik bisnis DapurFit (kanan) memaparkan strategi bisnis kepada para peserta pelatihan #TambahSukses dengan GrabExpress di Surabaya. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA - Melihat pentingnya posisi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar perekonomian Indonesia, Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara menegaskan komitmennya untuk turut memajukan UMKM melalui program #TambahSukses dengan GrabExpress.

Program ini merupakan sarana peningkatan kompetensi pelaku UMKM di Surabaya dan sekitarnya, dengan memberikan pelatihan khusus pemasaran digital dan fotografi.

GrabExpress juga memperkenalkan 5 fitur baru yang diharapkan dapat membantu mendorong pebisnis mikro di Jawa Timur (Jatim), khususnya Surabaya agar berjalan dengan cepat, aman dan mudah.



Head of GrabExpress, Grab Indonesia Tyas Widyastuti, mengatakan, di Indonesia, e-commerce tumbuh dengan cepat. Ini karena memiliki nilai ekonomi yang bagus. Pelaku usaha, terutama UMKM di Jatim, harus memanfaatkan momentum ini dengan cara melengkapi dirinya dengan kompetensi yang tepat. Sehingga bisa mendorong usahanya tumbuh besar.

“UMKM juga harus didorong dengan teknologi yang tepat untuk menunjang pertumbuhan tersebut. Ini membuat kami menghadirkan acara #TambahSukses dengan GrabExpress di Surabaya,” kata dia, Kamis (5/12/2019).

Sebelum di Surabaya, acara pelatihan #TambahSukses dengan GrabExpress diadakan di berbagai kota di Indonesia termasuk Bandung, Semarang dan Makassar.

Di Surabaya, para wirausahawan mikro dilatih oleh Jessica Yamada pemilik bisnis DapurFit yang berbagi mengenai pemasaran digital. Lalu Andrea Tya, praktisi fotografi media sosial Kota Surabaya yang akan memberi pelatihan mengenai teknik memotret produk.

“Sejalan dengan misi 2025 ‘GrabforGood’, kami terus berusaha meningkatkan keterampilan dan menyediakan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia dalam menyambut masa depan ekonomi digital. Surabaya adalah pintu gerbang perekonomian Jatim, mengingat posisinya yang strategis. Kami yakin perkembangan bisnis dan jangkauan pasar pelaku UMKM di kota ini akan memberikan dampak besar pada kota-kota lain di Jatim,” kata Tyas.

Berdasarkan Laporan Kinerja Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim di kisaran 57,52%, dari total 12,1 juta unit UMKM. Adapun PDRB Jatim 2018 menurut perhitungan BPS adalah Rp2.189,78 triliun.

Artinya peran UMKM terhadap PDRB kian signifikan. Namun, disisi lain, usaha jenis ini juga memiliki keterbatasan. Analisis Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan yang diselenggarakan BPS mencatat, salah satu keterbatasannya adalah soal keterampilan dan pengetahuan sumber daya manusia, serta minimnya akses teknologi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Mas Purnomo Hadi dalam sambutannya mengatakan, Pemprov Jatim mengapresiasi langkah Grab dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Jatim. Inisiatif Grab ini sejalan dengan Pemprov Jatim dalam rangka menjadikan UMKM yang mandiri dan berdaya saing.

“Kami berharap inisiatif seperti ini bisa terus berlanjut, dan menjangkau kota lain di Jatim yang potensi UMKM-nya tidak kalah dari Surabaya. Pelatihan pemasaran digital dan fotografi juga sangat membantu meningkatkan kompetensi UMKM,” kata dia.



(nth)

loading...