alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polda Jatim Ungkap Komplotan Pengedar Uang Palsu di Jember

Lukman Hakim
Polda Jatim Ungkap Komplotan Pengedar Uang Palsu di Jember
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan (tengah) menunjukkan barang bukti uang palsu di Mapolda Jatim. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA - Polda Jatim berhasil mengungkap komplotan pengedar uang palsu (upal) di Kabupaten Jember. Upal yang berhasil diamankan sebesar Rp633 juta. Dalam perkara ini, korps bhayangkara tersebut menangkap dua orang tersangka berinisial UD dan SK.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ada orang mencurigakan yang menawarkan penggandaan uang, yakni uang Rp1 juta akan diganti dan digandakan menjadi Rp3 juta.

“Dari laporan tersebut, kami melakukan penyamaran. Hingga akhirnya bisa mengungkap tempat pembuatan uang palsu yang dilakukan tersangka UD,” kata dia di Mapolda Jatim, Kamis (5/12/2019).



Sebelumnya, tersangka UD menawarkan kepada tersangka SK untuk membuat upal. Kemudian SK tergiur dan mengirimkan uang sebanyak Rp5 juta. Setelah menerima upal dari UD, SK menawarkan ke masyarakat bahwa jika dirinya diberi uang senilai Rp1 juta maka digandakan menjadi Rp3 juta.

“Masyarakat yang curiga itu uang palsu memberi informasi kepada kami. Lalu kami lakukan penyidikan dan menemukan tempat serta pembuatan alat-alatnya,” kata dia.

Pertama UD membuat desain dan mencetak uang palsu itu. setelahnya uang-uang palsu dibuat kasar seolah-olah uang asli," kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangi.

Pitra menjelaskan, dari pengakuan tersangka, praktik kejahatan itu telah dilakukan selama dua bulan. Peredarannya dilakukan di sekitar Jember. Adapun uang yang telah diedarkan sekitar Rp10 juta.

Pada pengungkapan itu, selain mengamankan upal senilai Rp633 juta dengan pecahan Rp100.000, polisi juga mengamankan barang bukti upal senilai Rp28 juta dengan pecahan Rp50.000 dan seperangkat alat komputer dan dua printer. “Atas perbuatannya, dua tersangka kami UU Nomor 7 tahun 2011 pasal 26 36 tentang Mata Uang,” tandas Pitra.



(nth)

loading...