alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mengejutkan, 13 Artis Diduga Ikut Terlibat Investasi MeMiles

Lukman Hakim
Mengejutkan, 13 Artis Diduga Ikut Terlibat Investasi MeMiles
Polda Jatim menyebut ada 13 artis yang terlibat dalam investasi ilegal yang dijalankan PT Kam and Kam.

SURABAYA - Polda Jatim mengungkap 13 artis baru yang diduga terlibat dalam kasus investasi bodong yang dijalankan PT Kam and Kam.

Ke-13 artis tersebut merupakan hasil keterangan dari penyanyi Eka Deli.Eka Deli sendiri sebelumnya telah diperiksa oleh polisi pada Senin (13/1/2020) kemarin.

Ke-13 artis di bawah fasilitator Eka Deli diantaranya berinisial AP, SD, MJ, PM, MA, R, TJ, SS, RG, dan C. Kemudian ada inisial D, L, dan M, merupakan satu grup band.



Sebelumnya, Eka Deli diperiksa selama 11 jam. Penyanyi berusia 43 tahun itu disebut-sebut sebagai koordinator artis dalam investasi di PT Kam and Kam.

“Untuk kapan artis-artis ini dipanggil untuk diperiksa, itu akan bergantung pada kebutuhan penyidik,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Selasa (14/1/2020).

Saat ini setidaknya ada empat artis yang sudah dipanggil Polda Jatim guna menjalani pemeriksaan. Kapasitas mereka sebagai saksi. Mereka adalah Eka Deli, Marcello Tahitoe atau Ello, Judika dan Adjie Notonegoro. Penyanyi Eka Deli dan Marcello Tahitoe sudah memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim. Nantinya akan disusul Judika dan Adjie Notonegoro.

Dalam kasus ini, Polda Jatim  telah ada empat tersangka yang merupakan petinggi PT Kam and Kam. Mereka adalah Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, bisnis yang dilakukan PT Kam and Kam melalui aplikasi MeMiles menggunakan skema ponzi atau piramida skin. Dalam skema Ponzi, member diminta untuk mendapatkan member baru agar semakin besar bonusnya. Jika sudah tidak ada member baru, maka skema ini akan hancur. Hal ini disebabkan tidak adanya uang dari member yang akan digunakan untuk membayar bonus.

Diketahui, melalui aplikasi Memiles, para tersangka berhasil merekrut sebanyak 264.000 member. Dalam jangka waktu 8 bulan, bisnis ini sudah mampu membukukan omset Rp750 miliar. Padahal Memiles diketahui tak mengantongi izin dari OJK.

Dari pengungkapan kasus ini, Polda Jatim menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp50 miliar, 18 unit mobil, 2 sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya



(msd)

loading...