Sadis! Pria Thailand Jadikan Rumahnya Tempat Jagal Ratusan Orang

Minggu, 26 Januari 2020 - 10:34 WIB
Sadis! Pria Thailand Jadikan Rumahnya Tempat Jagal Ratusan Orang
Apichai Ongwisi. terduga pelaku pembunuhan berantai di Thailand. Foto/The News
A A A
BANGKOK - Apichai Ongwisi, diduga melakukan pembunuhan berantai. Pria Thailand ini, kini tengah diselidiki oleh polisi atas dugaan terhadap aksi sadisnya tersebut.

Penyelidikan tersebut dilakukan polisi, setelah mendapati fakta penemuan ratusan tulang manusia di halaman belakang rumahnya.

Ongwisi, seorang perwaris dari perusahaan properti terkemuka di Thailand, awalnya hanya diselidiki atas pembunuhan kekasihnya, Warinthorn Chaiyachet.

Jenazah Chaiyachet dikubur di halaman belakang rumahnya, yang diketahui sangat luas. Namun, seperti dilansir Metro, polisi kemudian diberi tahu bahwa mungkin ada lebih banyak korban yang terkubur di tanah itu.

Sebagai bagian dari penyelidikan mereka, para penyelidik memerintahkan pencarian sebuah kolam di dekat rumah Ongwisit. Penyelam polisi menemukan setidaknya 298 tulang manusia di dalam kolam tersebut.

Menurut Bangkok Post, Ongwisit telah mengakui untuk membunuh pacarnya pada Agustus tahun lalu. Tersangka diduga adalah pengguna narkoba yang memerintahkan pacarnya tidur di peti mati logam karena dia tidak ingin perempuan itu meninggalkannya.

Laporan lain menuturkan bahwa Ongwisit telah memelihara ikan buaya karnivora di kolamnya. Namun, polisi membantah laporan tersebut, yang mengatakan bahwa penyelam mereka tidak menemukan ikan di dalam kolam tersebut.

Kepala polisi Jirakrit Jarunpat mengatakan, tulang yang diambil dari kediaman Ongwisit sekarang sedang diperiksa oleh para ahli forensik di rumah sakit. Belum diketahui berapa banyak tulang yang dimiliki.

"Tim Investigasi telah menemukan beberapa wanita yang memiliki hubungan dengan pelaku telah menghilang, yang kemungkinan adalah korban. Mereka termasuk teman, pacar, dan pelacurnya," kata Jarunpat.
(eyt)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
artikel/ rendering in 0.7539 seconds (0.1#10.140)